LAMONGAN - Sinkronisasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs memasuki hari kedua. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, hari pertama sebanyak 62 lembaga berhasil melakukan sinkron.
Hari kedua, ada 239 lembaga dijadwalkan melakukan sinkron. Sehingga, jadwal sinkronisasi ada lima sesi. “Hari kedua traffic-nya padat sekali. Bahkan, sesi pertama sempat mundur,” kata Kasi Kurikulum Disdik Lamongan, Udin.
Menurut dia, jadwal sinkronisasi seharunya mulai pukul 08.00. Sementara laporan di lapangan, sampai pukul 08.15 bank soal belum bisa diakses. Sehingga, terjadi keterlambatan beberapa menit.
Menurutnya, jadwal sinkron ini langsung dari pusat. Jika terlambat berarti masalahnya di pusat. Karena daerah mengakses sesuai dengan jadwal masing-masing sesi. Proses sinkronisasi hari kedua diberikan tenggang waktu sampai pukul 24.00. Ini sebagai antisipasi apabila traffic padat kemudian lembaga kesulitan untuk sinkron.
Untuk lembaga menumpang, menurut Udin, tidak ada masalah. Karena proses sinkron dilakukan lembaga yang ditumpangi. Sementara untuk jumlah peserta ujian masih sesuai data awal yakni 11.867 siswa.
Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setia Rahayu menuturkan, proses sinkronisasi sesuai jadwal pusat dilakukan kemarin (20/4) pukul 12.00. Namun persiapan checking sarana-prasarana sudah dilakukan sehari sebelumnya.
Untuk memastikan, komputer bisa dipakai ketika soal sudah disinkronkan dengan server, selanjutnya akan connect dengan setiap komputer. Karena itu, teknisi memastikan kesiapan komputer di tiga laboratorium sekolah. Jumlah peserta 373 siswa, dengan jadwal ujian setiap hari tiga sesi.
Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan Abdul Ghofur memastikan, proses sinkron berjalan lancar. Meski ada 10 lembaga masih menumpang. Tapi tidak ada masalah karena sebagian besar menumpang di lembaga sederajat.
Sehingga, proses sinkronnya bisa dilakukan bersamaan. Alasan lembaga tersebut masih menumpang karena jumlah siswa masih belum cukup untuk menyelenggarakan mandiri.
Editor : M. Yusuf Purwanto