TUBAN – Calon jamaah haji (CJH) asal Tuban yang masuk kelompok terbang (kloter) 42 dan 43 patut bersyukur. Pasalnya, lokasi maktab atau pemondokan dua kloter yang diisi utuh CJH asal Bumi Wali itu terbilang cukup dekat dengan Masjidil Haram.
Berdasar qurah atau pengundian maktab, kloter 42 menempati pemondokan di Mahbas Jin. Sementara kloter 43 menempati maktab di Misfalah. Jarak kedua maktab ini hanya sekitar 1,9 kilometer (km) dari Masjidil Haram. Sementara itu, CJH yang masuk kloter 44 menempati maktab di Raudloh. Jarak kloter penggabungan antara ini sekitar 3 km.
Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum mengatakan, secara umum, maktab CJH asal Tuban terbilang cukup dekat. Utamanya yang menempati maktab Mahbas Jin dan Misfalah. Kedua maktab ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki. ‘’Kita bersyukur karena mendapat maktab yang cukup dekat,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Adapun kloter 44, lanjut Umi, meski menempati maktab yang hanya berjarak sekitar 3 km, namun dengan adanya transportasi bus yang selalu standby, membuat perjalanan menuju Masjidil Haram juga bisa ditempuh dengan cepat. Kloter 44 merupakan kloter penggabungan antara Surabaya dan Bojonegoro.
Diberitakan sebelumnya, pemberangkatan CJH asal Tuban ke Tanah Suci diagendakan 31 Juli mendatang. Kepastian tersebut menyusul pembagian kelompok terbang (kloter) yang diterima Kemenag setempat.
Kuota CJH asal Tuban pada tahun ini mencapai 1.013 jamaah. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya 912 jamaah. Praktis, kuota CJH yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini meningkat 101 jamaah.
Editor : Bachtiar Febrianto