SHE - Hobi mengutak-atik mesin mulai muncul ketika Kartikasari duduk di SMKN 1 Baureno dengan jurusan teknik sepeda motor. Banyak orang yang menganggap aneh, tetapi tidak baginya. Rata-rata orang menganggap remeh sebab dia perempuan. “Karena jurusan yang saya pilih mayoritas anak laki-laki semua,” ujar gadis asal Dusun Nunuk, Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru itu. Justru, kedua orang tuanya tidak menganggap itu hal aneh, bahkan selalu mendoakan dan memberikannya semangat.
Ada salah satu pengalaman yang sangat berkesan baginya dalam dunia otomotif tersebut. Sebab, awalnya dia seperti anak perempuan pada umumnya. Dia pun tidak pernah mengenal namanya mesin otomotif, bahkan dia pernah terbesit perasaan masuk jurusan yang salah. Tapi, lambat laun dia menikmati itu. “Hal itu terbukti ketika saya terpilih dalam seleksi dan diberikan kepercayaan untuk mengikuti lomba HSSC (honda student skill contest) se-Karesidenan Surabaya,” ujar Kartika, sapaan akrabnya.
Peserta lomba tersebut semuanya laki-laki dan hanya dia satu-satunya peserta perempuan. “Alhamdulillah semua di luar dugaan saya, saya bisa mendapatkan juara 1 se-Karesidenan Surabaya. Saya berhasil membuat juri dan peserta terkejut karena baru tahun itu terjadi hal langka seperti munculnya sejarah baru,” tuturnya.
Bahkan jurinya pun sempat tidak percaya dengan Kartika, sebab bisa mengalahkn laki-laki dan juri sempat meminta peserta laki-laki untuk berganti rok karena tahun itu laki-laki bisa terkalahkan dengan perempuan. Teman-temannya pun banyak yang menanyakan kemampuannya. “Saya pribadi menjawab, semua karena tekad dan kerja keras. Tidak ada anak yang pintar dan bodoh. Hanya saja prestasi dapat di ukir dengan tekad, kemauan, dan usaha,” ujarnya.
Sementara itu, dia sedang mempersiapkan diri untuk kuliah, Kartika ingin kuliah di Unesa. Sebenarnya, banyak perusahaan bengkel yang menawari untuk bekerja sebagai mekanik, namun hal itu tidak langsung dia terima. Dia masih butuh memikirkan dua kali untuk menjadi seorang mekanik cewek. “Saya tentu ingin sekali menjadi seorang mekanik di sebuah bengkel ternama,” pungkasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto