TUBAN – Olahan mie masih menjadi salah satu menu andalan para pebisnis kuliner. Baik skala kafe maupun restoran berbintang di Tuban. Agar menarik konsumen, mie dikemas berbeda. Ada mie pedas dengan berbagai macam level hingga mie adopsi menu luar negeri seperti Ramen dari Jepang atau Ramyon dari Korea.Meski terlihat remeh, namun ternyata mie juga bisa dijual dengan harga tinggi. Dengan sedikit kreativitas, mie olahan yang dijual sejumlah tempat tongkrongan bisa seharga chicken steak atau steak ayam.
Terlebih, sifat mie sangat fleksibel dan dimodifikasi Dengan sedikit sentuhan yang berbeda, olahan mie bisa menjadi menu andalan. Tentu, ini menjadi peluang tersendiri bagi para pengusaha yang ingin menggaet konsumen.
Kamala, salah satu pebisnis kuliner di Tuban mengatakan, olahan mie tidak hanya menjadi favorit di Indonesia, namun juga hampir semua kafe di dunia. Itu karena rasa mie bisa menyesuaikan lidah setiap orang.
Misalnya, mie asal Korea yang identik dengan pedas dan asam. Sementara di Jepang, mie identik dengan rasa pedas dan disuguhkan dengan kuah yang sangat panas. ‘’Kalau belajar dari resep luar negeri, banyak olahan mie yang sangat cocok di lidah siapa saja,’’ ujarnya.
Karena bisa diterima lidah siapa pun, kini etalase di supermarket banyak diisi mie instant dari berbagai negara. Baik dari negara di Asia maupun Eropa. Dengan dijualnya mie instan tersebut, tentu mempermudah para pengusaha kuliner untuk mendapat pasokan bahan mentah.
Editor : Bachtiar Febrianto