Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

24 Jam, Pantura Tewaskan Dua Orang

Bachtiar Febrianto • Jumat, 23 Maret 2018 | 17:45 WIB
24 Jam, Pantura Tewaskan Dua Orang
24 Jam, Pantura Tewaskan Dua Orang

TUBAN – Jalur pantai utara Tuban benar-benar menjadi ''jalur tengkorak''. Betapa tidak, kurang dari 24 jam, dua kecelakaan yang menewaskan dua pengguna jalan terjadi. Lagi-lagi, titik blackspot-nya jalan Tuban – Widang. Rabu (21/3) sekitar pukul 20.00, di kilometer (Km) 21-22 jalan Tuban-Widang, persisnya di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Rachmad Hartadi, 41, warga desa setempat tewas dilindas bus PO Indonesia.


Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Iptu Nungky Sambodo mengatakan, Rachmad tewas mengenaskan karena  terseret sejauh 50 meter (m) dari titik tumbuk. Kecelakaan tersebut bermula saat korban yang membawa tumpukan jerami di jok belakang melaju dari barat.


Ketika memasuki pertigaan Compreng, pengemudi motor tanpa pelat nomor itu mencoba menyeberang ke timur. Belum sepenuhnya menyeberang, dari utara (Tuban) melaju kencang bus Indonesia nopol L 7687 UV yang dikemudikan Mochtaris, 48.


Karena pandangan terbatas, pengemudi bus asal Kecamatan Sluke, Rembang, Jawa Tengah itu tidak mengerem hingga menabrak pengendara motor. Bus baru berhenti setelah menyeret Rachmad sejauh 50 m. ‘’Pengemudi bus menolak dianggap ngebut, pengakuannya kecepatan hanya 80km/jam,’’ kata Nungky.


Seharis sebelumnya, Selasa (20/3) sekitar pukul 23.00, seorang pengemudi tanpa identitas tewas terperosok jalan berlubang di Km 9-10, jalan Tuban – Bancar. Akibat petaka di Desa/Kecamatan Jenu tersebut, pengendara motor Mio J S 3295 GU itu tersungkur dan dievakuasi ke RSUD dr. R. Koesma.

Editor : Bachtiar Febrianto
#bus