BRONDONG – Pengembangan wisata akar langit trinil di Dusun Widhe, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan belum optimal. Hingga kini obyek wisata itu masih fokus pada wahana pohon trinil dan lembah swafoto. Padahal di area perhutani petak 35 D dan 35 D itu juga terdapat beberapa gua yang juga berpotensi menjadi wahana wisata.‘’Untuk gua sudah dibuka, tapi belum ada perbaikan akses jalannya,’’ tutur Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Lembor, Andik Setijono kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (19/3).
Menurut dia, lokasi sejumlah gua tersebut sekitar 500 meter sebelah selatan dari wisata akar langit itu. Di petak 35 D terdapat Gua Gumuk Tetes, Gua Endang, dan Gua Genuk. Sedangkan di hutan petak 35 E terdapat Gua Singotruno dan Gua Gangsir. Di lokasi tersebut juga terdapat pohon trinil, meski didominasi Pohon Mahoni. ‘’Sudah ada rencana pengembangan di tiga petak hutan itu, yang merupakan petak pepohonan mahoni,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat pembukaan lokasi wisata itu awal Oktober tahun lalu, pihak Perhutani yang menaungi RPH Lembor, BKPH Jompong tempat wisata Pohon Trinil itu, mewacanakan untuk melakukan pengembangan. ‘’Rencananya dari areal 968 hektare yang ada, seluas 19,8 hektare bakal dikembangkan menjadi potensi wisata. Termasuk kawasan gua itu,’’ ungkapnya.
Menurut dia, kawasan hutan yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata itu terbagi menjadi tiga titik. Yakni hutan petak 35 C, petak 35 D, dan 35 E. Nantinya bukan hanya sebagai lokasi swafoto, tapi juga dikembangkan menjadi lokasi outbond. Sehingga menjadi tantangan bagi pengelola untuk mengembangkan potensi wisata di kawasan itu. ‘’Memang ada rencana seperti itu,’’ terang Andik saat dikonfirmasi via ponsel.
Keberadaan wisata pohon trinil tersebut menambah variasi obyek wisata di pantura Lamongan, selain Wisata Bahari Lamongan (WBL), Mazola, Wisata Air Hangat Brumbung, Sunan Drajad, Sunan Syech Maulana Ishaq, Sendang Dhuwur, Wisata Pantai Kutang, dan Monumen Van Der Wijk.
Editor : Muhammad Suaeb