BRONDONG - Ikan mata besar mendominasi produktivitas hasil laut di wilayah pantai utara (pantura) Lamongan. Dinas Perikanan Lamongan mencatat, pasokan ikan mata besar paling tinggi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong.
‘’Dalam setahun hasil tangkapan ikan mata besar mencapai 12 ribu ton,” tutur Kabid Produksi Dinas Perikanan Lamongan, Arip Sujanarta, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, jumat (9/3). Ikan mata besar yang siap konsumsi itu mayoritas beratnya 1 kilogram (kg) berisi 8 ekor. Harga tertingginya, Rp 12 ribu per kg.
‘’Kalau sekarang harganya tinggi karena bukan musimnya,’’ imbuhnya. Ikan mata besar berukuran jumbo biasanya dikirim ekspor ke luar negeri. Sedangkan, ikan mata besar 1 kg berisi 20 ekor, digunakan sebagai bahan baku olahan makanan. ‘’Jadi yang kecil dagingnya diambil untuk nuget, bakso, dan makanan olahan lainnya,’’ tutur Arip.
Selain ikan mata besar, lanjut dia, ikan kurisi pasokannya juga tinggi. Dalam setahun, produksi ikan kurisi mencapai 10 ribu ton. Sedangkan ikan kembung dan ikan layang produksinya sekitar 7 ribu ton per tahun. ‘’Jadi ikan-ikan yang ukurannya tak terlalu besar yang mendominasi di TPI Brondong,’’ ujarnya.
Namun, lanjut Arip, untuk komoditi andalan di laut hasilnya masih di bawah empat ikan lainnya. Kualitas dan harga di pasaran lebih tinggi. Di antaranya ikan kakap, kerapu, tonang, dan manyung. ‘’ Ada banyak jenis ikan, tapi hasilnya tak terlalu tinggi,’’ katanya.
Editor : Muhammad Suaeb