Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sacred Radiance Squad, Salah Satu Tim ML Terkuat di Bojonegoro

Bachtiar Febrianto • Kamis, 8 Maret 2018 | 20:00 WIB
Sacred Radiance Squad, Salah Satu Tim ML Terkuat di Bojonegoro
Sacred Radiance Squad, Salah Satu Tim ML Terkuat di Bojonegoro

FEATURES - Tren salah satu game smartphone yang bernama Mobile Legends di Bojonegoro memang sangat tinggi. Bahkan, sudah bermunculan atletnya di wilayah Bojonegoro. Sacred Radiance merupakan tim ML yang cukup ditakuti di Bojonegoro.


Ketika mendatangi markas para pehobi game smartphone Mobile Legends terasa begitu canggung. Markas yang juga warung kopi tersebut terlihat para anak muda duduk dengan posisi kepala membungkuk dengan memegang gawai secara horizontal.


Sesekali mereka berteriak heboh bersama kawan-kawannya. Ketika hendak memesan kopi, terlihat di depan warung kopi tersebut dipajang sekitar tujuh sertifikat juara 1 sebuah kompetisi.


Ketika wartawan koran ini menanyakan kepada pengelola warung kopi tersebut, ternyata sertifikat tersebut kompetisi Mobile Legends (ML).


Tak lama kemudian, si pengelola warung kopi tersebut memanggil penggawa tim ML tersebut. Pria bertubuh kurus dan berambut lurus itu pun keluar menghampiri sekaligus menyapa dengan hangat. David Tata dia mengenalkan dirinya. 


Dia menceritakan secara gamblang tim ML yang dibentuknya. Terbentuknya tim ML tersebut memang tidak bisa instan.


Sebab, awalnya pria asal Sukorejo Bojonegoro itu tak sengaja nongkrong di warung kopi tersebut dan tahu rata-rata pengunjung warung tersebut juga main ML. “Berhubung saya juga suka sekali main ML, saya pun ikut nimbrung bersama mereka,” terangnya.


Setelah ikut main bareng, Tata pun menyeletuk kepada kawan-kawannya itu agar main game yang bisa menghasilkan. Karena kalau hanya sekadar main, tentu buang-buang waktu.


“Dulu saya tahu, banyak kawan di warung ini yang sudah bagus mainnya dan levelnya sudah tinggi, sehingga saya pun mendorong mereka agar mau ikut kompetisi,” katanya.


Dari situlah, sejak 15 Oktober 2017, Tata bersama lima kawannya membentuk tim ML yang bernama Sacred Radiance. Kebetulan Tata termasuk yang paling tua dan dewasa diantara kawan-kawannya, sehingga dia pun yang mengarahkan bagaimana baiknya menjadi sebuah tim. 


Tata terus memberikan motivasi kepada kawan-kawannya agar terus berlatih. Karena saat ini di YouTube banyak sekali tutorial terkait strategi-strategi yang tepat untuk menjadi pemenang.


Selain itu, di dalam game ML juga ada peran tiap hero yang akan dimainkan. Jadi, harus berbagi tugas sesuai kemampuannya masing-masing.


Peran Tata di timnya sebagai hero jenis assassin, sisanya bisa memilih tank, fighter, mage, marksman, dan support. “Harus kompak satu tim, jadi jam terbang latihan juga harus intensif, karena dalam satu tim harus seimbang kemampuannya,” jelas pria kelahiran 1993 itu.


Selama empat bulan berjalan, Sacred Radiance sudah pernah mengikuti tujuh kompetisi. Semua kompetisi yang mereka ikuti, Tata mengatakan selalu juara 1.


Rata-rata kompetisi tersebut diadakan di warung kopi lalu ada sponsor dari berbagai produk seperti rokok, operator seluler, dan sebagainya. Hadiah tiap kompetisi rata-rata Rp 1,5 juta.


Namun ada pengalaman yang berkesan ketika kompetisi di Tuban, sebab kompetisi tersebut dihadiri oleh tim-tim dari berbagai kota. “Bisa dibilang, kompetisi terbesar di Tuban, musuhnya dari Tuban, Lamongan, Jombang, dan sebagainya,” katanya.


Lalu, kompetisi terakhir yang mereka ikuti ialah kompetisi yang diadakan oleh salah satu perusahaan penyedia internet swasta.


“Musuhnya saat kompetisi bulan lalu ada 90 tim, padahal biasanya kompetisi hanya 32 tim, tapi alhamdulillah bisa juara 1, hadiahnya juga lumayan Rp 3 juta,” tutur alumni MAN 2 Bojonegoro itu.


Karena sering menang, Sacred Radiance pernah dituduh tim lain menggunakan cheat. Padahal, mereka hanya mengutamakan kekompakan dan rutin latihan.


Karena memainkan game strategi seperti ML selalu ada evaluasi seusai bermain, jadi tahu di mana saja kesalahannya. “Unik sih pernah dituduh nge-cheat, padahal ya main sungguhan tidak pakai cara-cara curang,” katanya.


Lalu, imbuh dia, pernah suatu kali Tata bersama kawan-kawannya ingin ikut kompetisi kedua kalinya di warung kopi yang sama, namun ditolak karena banyak tim yang takut kalau musuh Sacred Radiance. “Mungkin saja kalau kami ikut, pendaftarnya akan langsung menyusut,” ucapnya.


Sementara itu, saat ini Sacred Radiance sudah bersi 20 anggota, dibagi menjadi tiga tim. Mereka rutin berlatih tiap hari dan mempelajari strategi-strategi baru.


“Setiap kali kami ikut lomba pasti menggunakan strategi yang berbeda, agar tidak mudah dibaca oleh tim lain,” katanya. Dia pun menjelaskan bahwa cara masuk ke dalam Sacred Radiance ada banyak persyaratannya.


Diantaranya, minimal pemain sudah di tingkat legend, win rate  di atas 50 persen, ranked match di atas 1.000, dan yang terpenting piawai pada satu role. “Diberi persyaratan tentunya agar iklim kompetisinya bisa terasa,” tuturnya.


Bahkan, di dalam tim buatan Tata, ada anggotanya yang sudah menjadi ranking dunia di game ML. Ada dua orang yang sudah ranking dunia, urutan 30 dan 73.  “Jadi kami ingin bermain secara maksimal, karena di dalam game juga bisa menghasilkan,” ujarnya.


Rata-rata penghasilan datang dengan cara menjadi joki akun milik orang lain. Setidaknya per akun bisa menghasilkan uang sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. 

Editor : Bachtiar Febrianto