BISNIS – Masyarakat tertarik membeli bunga segar, biasanya untuk kado atau sekadar simbol sebagai bentuk ungkapan kasih sayang. Konsumennya pun tak mengenal umur, mulai dari pelajar hingga orang dewasa. Tetapi konsumen lebih banyak yang tertarik bunga hidup karena aroma dari bunga yang wangi, dibandingkan bunga palsu. Salah satu pengusaha toko bunga di wilayah Karangpacar Bojonegoro, Trivena Indriati menyampaikan bahwa menjelang akhir pekan biasanya banyak remaja yang beli bunga hidup.
Lebih dari 20 konsumen membeli bunga hidup yang harganya Rp 10 ribu. “Biasanya digunakan untuk kado, nembak pacarnya, atau apel ke rumah pacarnya,” jelasnya. Adapun harga bunga hidup tersebut mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 300 ribu.
Biasanya, juga ada konsumen yang butuh bunga hidup untuk kebutuhan ketika acara pernikahan atau tunangan. Jadi, bisa menyesuaikan bujetnya. Tetapi bunga palsu juga ada konsumennya, karena kebutuhan konsumen memang berbeda-beda.
“Tergantung kebutuhan konsumen, terkadang pengusaha dekorasi banyak yang butuh bunga palsu atau plastik,” katanya.Sementara itu, Trivena juga menambahkan bahwa konsumen juga datang dari kalangan instansi. Biasanya pesan borongan berupa ucapan-ucapan.
Sehingga, pesanan ramai berdatangan ketika ada event-event tertentu. Adapun salah satu konsumen di toko bunga tersebut, Endra mengatakan sedang mencari buket bunga hidup untuk acara lamarannya besok. Bujet yang dia siapkan sekitar Rp 200 ribu, dia pun sedang mencari-cari bunga mana yang cocok.
“Ini lagi cari bunganya yang cocok, sepertinya warna putih yang bagus,” pungkasnya.
Editor : Ebiet A. Mubarok