Sebagai daerah hampir lima puluh persennya kawasan hutan membuat Blora semakin banyak muncul kreativitas kulinernnya. Tak hanya ungker saja, tapi minuman es daun jati juga perlu dicoba.
--------------------------
AMRULLAH AM., Blora
--------------------------
Aspal di jalanan kota Blora semakin mengkilap. Ini akibat sengatan matahari yang tak kunjung meredup. Para pengendara yang berlalu-lalang tak bisa bertahan lama. Bila mereka merasa kepanasan memilih untuk menepi dan menikmati minuman segar.
Blora termasuk kawasan beragam kuliner kreatif. Daerah yang dikelilingi hutan ini punya taste tersendiri dengan kuliner yang dikeluarkan oleh warga lokal.
Bila saat awal-awal musim hujan nanti akan muncul makanan ungker. Kini, telah tersedia minuman khas Blora. Yakni, es daun jati.
Masyarakat lebih memilihnya menyebut es jati. Para pedagang es jati ini banyak terlihat di pinggiran jalan kota. Mereka muncul saat ketika siang. Rerata menggunakan gerobak di beberapa jalan utama Kota Blora, seperti di Jalan MR Iskandar, Jalan Pemuda, Jalan Gunung Lawu, dan Jalan Ahmad Yani.
Minuman ini disajikan di gelas biasa. Warna hijau menjadi kekhasan dari es jati tersebut. Bahannya dari bagian pohon jati, yakni daun mudanya.
Sarwana, salah satu penjual es jati, menceritakan, minuman ini terbuat dari campuran pucuk daun jati yang diberi pemanis air gula jawa dan kuah santan. Adonan inilah yang membuat rasa menjadi legit dan sedikit ada rasa gurih namun tak kentara. Gurih itu terasa dari adonan santan. Jadi, kata Sarwana, tidak sembarang daun bisa digunakan sebagai bahan campuran.
’’Biasanya kami memilih daun jati khusus yang masih muda,’’ katanya.
Dia mengatakan, orang tahu, daun jati memberikan rasa gatal bila tersentuh kulit. Tapi, dalam wujud minuman seperti es jati yang terasa hanya nikmatnya saja. Aroma yang khas dari daun jati muda juga akan mengingatkan pada kehidupan masyarakat desa.
Di dalam minuman itu terdapat irisan cincau sebagai isian. Sehingga, ketika diminum terasa seperti es cincau pada umumnya. Bedanya sari daun jati lebih terasa dan memberikan sensasi kesegaran tersendiri.
Menurutnya, selain harganya yang merakyat, antioksidan yang terkandung di daun jati sangat bagus untuk kesehatan. Minuman ini mulai dikenal pertengahan 2014.
Editor : Bachtiar Febrianto