Kotoran sapi tidak hanya bermanfaat untuk pupuk tanaman dan sumber listrik. Warga Desa Lemahbang, Kecamatan Ngimbang, mengolah kotoran sapi menjadi bahan baku kertas karton.
MUHAMMAD SUAEB, Lamongan.
MAYORITAS warga Desa Lemahbang, Kecamatan Ngimbang pekerjaannya petani.
Di sela – sela bertani, sebagian di antara mereka juga beternak sapi. Hewan ternak tersebut dibuatkan kandang di belakang atau samping rumah.
Kotoran sapi yang ada, tidak semuanya dibuang begitu saja. Sebagian warga mengolahnya menjadi pupuk organik.
Namun, akhir-akhir ini warga desa setempat mengolah kotoran sapi menjadi kertas karton.
‘’Awalnya itu ada mahasiswa yang KKN, lalu memberikan pelatihan buat kertas dari kotoran sapi,’’ tutur Ahmad, salah satu warga desa setempat.
Pembuatan kertas karton dari kotoran sapi itu membutuhkan kesabaran.
Prosesnya cukup panjang. Tahap awal yang harus dilakukan, menyaring kotoran dan mencucinya dengan desinfektan. Setelah itu, direbus dengan Na OH.
Selanjutnya, ditambahkan tepung tapioca. Tujuannya, untuk perekat. ‘’Setelah dikasih tepung lalu diaduk agar campurannya merata dan hasil adonan yang sempurna,’’ jelasnya.
Hasil kertas karton dari kotoran sapi tersebut dibuat berbagai macam produk. Seperti kotak tisu dan pensil, pigura, cover buku, dan vas bunga.
‘’Sebenarnya karya kreatif tersebut memiliki dua manfaat. Selain nilai ekonomi, juga untuk penanggulangan penumpukan limbah kotoran sapi,’’ tutur Dendy, mahasiswa UMM yang KKN di Kecamatan Ngimbang.
Untuk jangka panjang, pembuatan kertas karton dari limbah kotoran sapi di desa setempat relatif tidak ada kendala. Sebab, bahan baku cukup mudah.
‘’Kertasnya saja sudah laku dijual, apalagi jika sudah dirangkai menjadi kerajinan,’’ ujarnya.
Selama masih ada peternak sapi, maka bahan baku untuk membuat kertas karton masih tersedia. Sehingga warga pedesaan dapat meraup keuntungan dari kotoran sapi.
Editor : Bachtiar Febrianto