Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Hari Ini, Nasib Kambang Putih Dibahas

Bachtiar Febrianto • Jumat, 15 September 2017 | 13:15 WIB
hari-ini-nasib-kambang-putih-dibahas
hari-ini-nasib-kambang-putih-dibahas


TUBAN - Nasib Wisata Kambang Putih Tuban Park (KPTP) ditentukan hari ini dalam rapat internal menyusul  mundurnya PT Cahya Ananta, pengelola wisata bahari tersebut.


Agenda yang pembicaraan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistiyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban.


Ditegaskan dia, pembahasan internal tersebut menentukan langkah konkret pemkab setempat. Sejumlah pihak bakal dilibatkan.


Di antaranya asisten, staf ahli, bagian hukum, disparbudpora, badan pendapatan pengelola keuangan dan aset daerah, serta pihak terkait. ‘’Setelah rapat, tahap berikutnya memanggil pihak ketiga,’’ kata Didit, panggilan Sulistiyadi.  


Sebelumnya, bupati memunculkan dua opsi terkait nasib tempat wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban tersebut.


Yakni, menawarkan kepada investor lain. Jika hal itu tidak memungkinkan, pilihan terakhir mengelola sendiri. 


Direktur PT Cahya Ananta Hartatik saat dikonfirmasi mengaku terus terang sulit mengembangkan KPTP. Dalihnya, terkait keberadaan wisata Pantai Cemara di barat terminal yang gratis.


Disinggung terkait tunggakan ke pemkab, Hartatik tak menjelaskan detail. ‘’Maaf, karena ada kumpulan di Pendapa Pati mau dimulai. Maaf ya,’’ jawab dia dengan nada terburu-buru pada Selasa (12/9) sore lalu.


Sebelum memutuskan mundur mengelola KPTP,  PT Cahya Ananta menunggak membayar kontrak tahunan kepada Pemkab Tuban.  


Berdasar memorandum of understanding (MoU), rekanan tersebut  mengelola selama lima tahun dengan ketentuan setiap tahun membayar kontrak Rp 127 juta.


Jatuh temponya setiap Juni. Sepinya pengunjung menjadikan investor memilih mengundurkan diri.


Editor : Bachtiar Febrianto