RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) masih langka di sejumlah titik di Kota Migas ini. Meski Pertamina mengklaim melakukan penyaluran ekstra selama empat hari belum memenuhi kebutuhan masyarakat.
Umi Nur Laela, pedagang di Bojonegoro mengatakan, kelangkaan ini terjadi sudah sekitar dua bulan lalu. "Bukan kosong, tapi tidak lancar," ujarnya kemarin (13/7).
Dia melanjutkan, tak hanya susah didapat tapi harga dari pemasok juga mengalami kenaikan. Harga sebelumnya Rp 18 ribu per tabung, kini mencapai Rp 20 ribu per tabung.
Baca Juga: Lagi, Warga Bojonegoro Keluhkan Kelangkaan Elpiji
Namun, masih menjual di harga tetap yakni Rp 22 ribu per tabung. "Dari elpijinya naik. Padahal awal Rp 18 ribu sekarang Rp 20 ribu per tabung. Informasinya di warung-warung madura harga Rp 25 ribu per tabung," beber dia.
Pemilik toko kelontong di Kecamatan Dander itu melanjutkan, kelangkaan itu tercermin dari stok yang didapat. Jika biasanya ful 12 sampai 13 tabung dan dikirim seminggu sebanyak dua hingga tiga kali, saat ini hanya mendapat lima tabung dan dikirim sekali.
"Dan sekarang juga kesulitan cari. Saya jual tetap Rp 22 ribu tapi yang dikasih ya pelanggan yang biasa beli atau pelanggan setia karena hanya dijatah lima tabung," keluh dia.
Baca Juga: Hadapi Libur Panjang, Elpiji 3 Kg di Bojonegoro Ditambah 22,7 Ribu Tabung
Nikmatul Khoiriyah pemilik toko kelontong lainnya mengatakan, gas melon saat ini belum aman khususnya di daerahnya Kecamatan Ngraho. Hanya dijatah tiga tabung selama dua minggu sekali. "Padahal saya kemarin pas keluar ada agen menurunkan elpiji dari kendaraan khusus elpiji tapi enggak ada masuk ke dusun-dusun," keluh dia.
Sementara itu, Area Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Radedi mengatakan, pihaknya memastikan distribusi gas melin berjalan lancar di Bojonegoro. Untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan atau extra dropping ke sejumlah wilayah.
Pihaknya mengklaim, segera melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan agen untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Kemudian, menyalurkan 22.760 tabung gas melon melalui extra dropping selana empat hari, dari 6-9 Juli lalu. Tambahan pasokan didistribusikan ke lima kecamatan yang disebut mengalami peningkatan kebutuhan.
Di antaranya Kecamatan Dander, Temayang, Sugihwaras, Gondang, dan Bubulan. "Selain menambah pasokan, Pertamina juga menginstruksikan agen untuk memprioritaskan distribusi ke pangkalan yang stoknya terbatas. Serta, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dindagkopum (dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro) terus dilakukan guna mengantisipasi apabila terjadi peningkatan konsumsi elpiji 3 kg," klaim dia. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah