RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sudah beberapa kali setiap awal bulan terjadi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina Patra Niaga. Per 1 Juni terjadi kenaikan dan penurunan di sejumlah jenis nonsubsidi. Sedangkan, BBM subsidi dipastikan tetap.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga BBM dilakukan secara berkala mempertimbangkan dinamika harga energi global atau harga pasar dan formula harga sesuai ketentuan pemerintah.
"Terjadi penurunan harga Pertamina Dex, Dexlite, serta penyesuaian harga Pertamax Turbo dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global serta parameter ditetapkan pemerintah melalui formula harga berlaku," ujar Roberth.
Dia mengklaim, kebijakan penyesuaian harga dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan daya beli serta tetap menjadikan produk BBM nonsubsidi dengan harga kompetitif di masyarakat pengguna. "Untuk sektor disel, dengan harga lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional," katanya.
Pihaknya memastikan, ketersediaan pasokan BBM di semua jaringan SPBU Pertamina di seluruh wilayah nasional untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor usaha secara optimal.
"Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan ketersediaan energi tetap tersedia, andal, dan mudah diakses masyarakat seluruh wilayah Indonesia, termasuk produk BBM berkualitas untuk mendukung performa kendaraan," ujar Roberth.
Adapun harga BBM retail nonsubsidi melalui SPBU per 1 Juni yakni Dexlite dari Rp 26 ribu menjadi Rp 23 ribu per liter; Pertamina Dex dari Rp 27,9 ribu menjadi Rp 24,8 ribu per liter; Pertamax tetap di Rp 12,3 ribu per liter; dan Pertamax Green tetap di Rp 12,9 ribu per liter. Sedangkan, Pertamax Turbo naim dari Rp 19,9 ribu per liter menjadi Rp 20.750 ribu per liter.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan, untuk harga BBM subsidi tetap. Yakni, Pertalite di Rp 10.000 per liter dan solar atau biosolar di Rp 6.800 per liter. "Untuk BBM subsidi masih tetap harganya," imbuh Ahad. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana