RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelangkaan elpiji 3 kg masih dikeluhkan mayoritas masyarakat di sejumlah daerah. Termasuk Kecamatan Kota, Gayam, hingga Ngraho.
"Sudah berhari-hari ini belum dapat elpiji (bersubsidi, red). Sudah cari sepanjang toko area Kota sampai Kecamatan Gayam belum dapat," keluh Rossy Mursyidah, perempuan asal Kecamatan Gayam kemarin (17/3).
Dia mengaku sudah mencari di berbagai toko, namun tak kunjung dapat. Bahkan, sempat melihat kendaraan muatan elpiji mendistribusikannya ke toko-toko, tapi , saat diampiri tetap tidak bisa dibeli.
"Katanya sudah ada yang punya, dan itupun toko-toko hanya bakal dapat dua sampai tiga tabung katanya. Sekarang belum dapat, ini ada informasi dari teman di desa sebelah sampai Rp 30-35 ribu per tabung," beber dia.
Sementara itu, pihak dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disdagkopum) mengaku telah mengetahui kondisi tersebut. Sejumlah upaya diklaim telah dilakukan. "Sudah (menerima informasi terkait kelangkaan elpiji 3 kg, red)," kata Sekretaris Disdagkopum Bojonegoro Akhmadi.
Menurut dia, telah berkoordinasi dengan Pertamina. Sesuai informasi dari PIC Pertamina atas kelangkaan pasokan elpiji 3 kg, pada Minggu (15/3) SPBE telah terisi. "Dan, di Senin (16/3) telah terisikan ke para agen dan diteruskan ke pangkalan," katanya.
Dia melanjutkan, telah bersurat ke Pertamina Patra Niaga untuk penambahan kuota elpiji sebanyak 3.879 MT, mengimbau masyarakat membeli elpiji di pangkalan.
"Kami mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait pada Senin. Tim akan turun ke lapangan mengecek kondisi riil yang terjadi dan mengikuti perkembangan," beber dia.
Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto turut menyikapi kelangkaan elpiji subsidi, berjanji akan berkoordinasi dengan disdagkopum dan himpunan perusahaan gas di Bojonegoro.
"Kami akan memastikan kebenaran kelangkaan ini. Apa benar langka, sudah ada penambahan tabung juga," katanya terpisah. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana