RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Meski Warga di Bojonegoro kesulitan membeli gas elpii 3 kg, tapi PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus merespons terkait kelangkaan elpiji bersubsidi di Bojonegoro. Mengklaim distribusi tetap berjalan lancar dan melakukan pemantauan intensif.
Sepanjang Maret 2026 Pertamina menyebut telah menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme fakultatif dan ekstra dropping sebesar 10 persen atau 3,6 juta tabung elpiji 3 kg di wilayah Jatim. Untuk Bojonegoro sebanyak delapan persen atau sekitar 90.487 tabung dari rata-rata penyaluran harian.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, menambah pasokan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dan lembaga penyalur resmi agar distribusi lancar hingga tingkat pangkalan.
"Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus secara rutin menyalurkan elpiji 3 kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat," katanya.
Pihaknya mengklaim, melakukan peninjauan langsung memantau penyaluran elpiji bersubsidi kepada masyarakat. Dia menekankan, elpiji 3 kg merupakan produk bersubsidi yabg diperuntukkan masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
"Karena itu, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih diimbau menggunakan elpiji nonsubsidi agar penyaluran elpiji subsidi dapat lebih tepat sasaran," tambahnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana