Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pertamina Lakukan Pendampingan Rumah Toga di Desa Sambiroto: Dari Hobi Menanam hingga Usaha Herbal yang Menguatkan Ekonomi Keluarga

Hakam Alghivari • Jumat, 5 Desember 2025 | 23:28 WIB
Tanaman di Rumah Toga Sri Sutrisno, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terdapat 70 jenis tanam herbal.
Tanaman di Rumah Toga Sri Sutrisno, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terdapat 70 jenis tanam herbal.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Suasana tenang di sebuah sudut kampung Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, berdiri sebuah bangunan sederhana yang kini dikenal warga sebagai Rumah Toga.

Puluhan jenis tanaman tumbuh rimbun, ditata bersih dan terawat. Sri Sutrisno, seorang ibu rumah tangga yang awalnya hanya hobi menanam bumbu dapur di depan rumahnya, kini menjadikannya ladang ilmu, ladang manfaat, sekaligus ladang rezeki.

“Alhamdulillah, sampai hari ini tanamannya sudah kurang lebih 70 macam tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan herbal,” tuturnya.

Perjalanan ini bukan berdiri dalam semalam. Ia baru memulai usaha sekitar satu tahun lalu, namun perkembangannya jauh melampaui ekspektasi awal.

Kisahnya dimulai dari hal sederhana: suka menanam, meski saat itu ia belum memahami khasiat setiap tanaman. “Dulunya berawal suka menanam tapi tidak tahu manfaatnya, cuma sekedar untuk bumbu dapur saja,” kenangnya.

Transformasi besar terjadi ketika CSR Pertamina EP Sukowati datang pada tahun 2024. “Ini yang dulunya cuma kita tanam saja tidak tahu manfaatnya, dari Pertamina EP Sukowati didatangkan dokter Rianti Maharani, dokter herbal dari Carios dan tim pendampingnya,” ujarnya.

Dari sesi pelatihan intensif itu, ia belajar mengolah tanaman menjadi ramuan herbal yang benar. Pengetahuan itu tidak hanya mengubah cara ia merawat tanaman, tetapi juga cara ia memaknai kesehatannya sendiri.

“Alhamdulillah ilmunya bisa bermanfaat bagi saya dan keluarga, bahkan bisa membantu orang yang percaya minum jamu herbal bisa berangsur-angsur sembuh dan tidak tergantung obat warung maupun obat kimia,” katanya.

Program CSR itu tidak berhenti pada pelatihan. Ia juga mendapatkan bantuan lain berupa rak stainless baru hingga bibit tanaman obat yang sebelumnya tidak ia miliki. Baginya, bantuan itu lebih berharga dari sekadar materi.

“Kalau dikasih uang akan habis langsung, tapi ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya,” ungkapnya. Pendampingan dari tim CSR terus berjalan, membantu dirinya berinovasi dan memperluas manfaat rumah toga ini.

Dari sini pula muncul sumber ekonomi baru. Ia kini membantu suaminya mencari nafkah melalui penjualan ramuan herbal, berbagai produk olahan tanaman obat, hingga bibit tanaman. “Bisa membantu keluarga dan orang-orang yang punya keluhan sakit, dan bisa menambah ekonomi keluarga kami,” ujarnya penuh syukur.

Selain membantu masyarakat sekitar, manfaat paling personal dirasakannya ketika kesehatannya sendiri membaik. “Ada rasa puas lewat jalaran konsumsi obat herbal saya bisa sembuh. Rasanya ada kepuasan tersendiri,” katanya.

Di akhir percakapan, ia menyampaikan harapan sederhana namun hangat. “Terima kasih Pertamina EP Sukowati, semoga masih selalu membantu saya sampai ke depannya jadi sukses,” pungkasnya. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#rumah toga #bojonegoro #csr pertamina #obat herbal #pertamina ep sukowati #tanaman herbal