Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Produksi Lapangan Banyu Urip Melonjak, Kembali Rajai Produksi Minyak Nasional

Dhani Wahyu Alfiansyah • Sabtu, 1 November 2025 | 14:30 WIB
SUMBANG ENERGI NASIONAL: Kandungan minyak di Blok Cepu Lapangan Banyu Urip melebihi dari target awal. Saat ini memiliki peran strategis untuk kebutuhan minyak nasional. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
SUMBANG ENERGI NASIONAL: Kandungan minyak di Blok Cepu Lapangan Banyu Urip melebihi dari target awal. Saat ini memiliki peran strategis untuk kebutuhan minyak nasional. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), melonjak signifikan. Setelah adanya penambahan sumur melalui proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Capaian ini kembali EMCL sebagai produsen migas terbesar di Indonesia.

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL Tezhart Elvandiar menyebut, tambahan sumur di zona klastik berhasil meningkatkan produksi minyak secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

’’Lapangan Banyu Urip dikelola EMCL kembali jadi nomor satu,” ujarnya pada medio 30 September lalu.

Tezhart menambahkan, keberhasilan BUIC menjadi faktor kunci di balik kenaikan produksi. Menurutnya, BUIC yang terdiri atas tujuh sumur infill memang dirancang untuk mengoptimalkan cadangan minyak di dalam blok.

’’Betul, karena adanya BUIC,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Ia menjelaskan, capaian ini menunjukkan pentingnya inovasi dan pengembangan berkelanjutan dalam industri hulu migas, dan berbagai dampak yang diberikan.

’’Kami akan terus mengukur multiplier effect (efek pengganda), setiap akhir tahun,” tandasnya.

Diketahui, sejak pertengahan 2025, EMCL melakukan uji coba pada sumur-sumur BUIC. Setelah diresmikan, produksi meningkat dari sebelumnya berkisar 150 ribu barel per hari, kini berhasil menembus 180 ribu bph.

Sebelumnya, pada 2024 lalu, produsen migas terbesar di Indonesia, tertinggi yakni Pertamina Hulu Rokan dengan 157.226 bph, sementara ExxonMobil Cepu masih di urutan kedua dengan 143.946 bph, disusul Pertamina EP 69.417 bph. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#buick #sumur #banyu urip #cepu #exxonmobil #exxonmobil cepu limited #Lapangan Banyu Urip #bojonegoro #Banyu Urip Infill Clastic #produksi minyak #emcl #minyak #migas