RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Selama delapan hari aktivitas produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, bakal berhenti.
Penghentian sementara ini dilakukan karena adanya pemeliharaan rutin fasilitas pemrosesan utama yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) BUMD Bojonegoro Mohammad Kundori, membenarkan adanya pemberitahuan resmi dari EMCL.
’’Penghentian tersebut dijadwalkan pada 13 September 2025 dan akan berlangsung hingga delapan hari,” katanya Jumat (12/9).
Kundori menegaskan, bahwa penghentian terencana ini sudah sesuai dengan program kerja dan anggaran yang telah disetujui SKK Migas.
’’Shutdown lapangan Banyu Urip sudah sesuai dengan program kerja dan budget yang sudah disetujui oleh SKK Migas. Sehingga, sudah direncanakan produksi akan sedikit menurun,” jelasnya.
Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjaga keberlanjutan operasi. ’’Itu demi ketahanan fasilitas, sehingga ke depan produksi kita tidak jatuh terlalu tajam.
Saat ini, produksi rata-rata 155 ribu BOPD (barrels of oil per day),” ujar pria yang juga Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu itu.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam Yuntik Rahayu menyebutkan, bahwa EMCL sudah menyampaikan informasi penghentian operasi kepada warga. ’’Itu memang bagian dari kegiatan ExxonMobil yang harus dilalui,” ungkapnya. (dan/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko