BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Cadangan minyak di Blok Cepu, ternyata melampaui perkiraan awal. Sebab, minyak mentah yang telah diangkut dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu, telah menembus lebih dari 660 juta barel pada tahun ini.
Jumlah tersebut melampaui perkiraan kandungan saat awal produksi 2015 lalu, yakni 450 juta barel.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyampaikan, lifting ke 1000 menjadi tonggak sejarah, dari perjalanan Blok Cepu. ‘’Blok Cepu sebagai salah satu aset hulu migas yang sangat strategis, dalam upaya mencapai ketahanan energi negara,’’ ungkapnya saat peringatan Pengapalan FSO ke-1000 Blok Cepu, Selasa (13/8) lalu.
Kurnia menambahkan, produksi dari Blok Cepu merupakan penyumbang produksi migas nasional terbesar kedua untuk saat ini. Sedikit saja gangguan di blok ini akan sangat mempengaruhi profil produksi nasional.
‘’Produksi minyak dari Blok Cepu berada di atas target, baik target WP&B maupun APBN,’’ terangnya.
Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia Carole J. Gall menyampaikan, bahwa sejak 2008, Blok Cepu telah menghasilkan lebih dari 660 juta barel minyak mentah dan memberikan kontribusi lebih dari Rp 442 triliun terhadap pendapatan negara dalam bentuk penerimaan pemerintah dan pajak.
‘’Industri hulu migas sangat penting bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,’’ katanya.
Berdasarkan proyeksi rencana kerja dan anggaran (WP&B), perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat dua kali lipat menjadi 1 miliar barel minyak. Hal itu dapat menghasilkan tambahan pendapatan sebesar Rp 421 triliun dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak.
Menjadikan total pendapatan keseluruhan proyek Blok Cepu bagi Indonesia mencapai angka yang fantastis sebesar Rp 864 triliun. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana