RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menyandang gelar Duta Wisata bukan sekadar prestasi bagi Nindyasari Khoirunnisa. Siswi SMAN 1 Blora itu memaknainya sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Blora kepada masyarakat yang lebih luas.
Di usia 18 tahun, Nindyasari harus membagi waktu antara sekolah, mengikuti bimbingan belajar sebagai persiapan masuk perguruan tinggi atau sekolah kedinasan, serta menjalankan tugas sebagai Duta Wisata. Di tengah kesibukan itu, ia juga rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran.
Perempuan kelahiran Blora, 18 Juni 2008, tersebut mengaku ajang Duta Wisata menjadi salah satu titik balik dalam hidupnya. Meski baru pertama kali mengikuti seleksi, ia berhasil membuktikan kemampuan hingga terpilih sebagai salah satu Duta Wisata Blora.
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang Duta Wisata. Awalnya tentu gugup karena harus bersaing dengan peserta-peserta hebat. Namun, saya percaya selama mau belajar dan disiplin, minimnya pengalaman bukan menjadi penghalang," tuturnya.
Baca Juga: Amelia Bunga Lestari: Mengasah Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi
Menurut Nindyasari, ajang tersebut tidak hanya memperkaya wawasan tentang pariwisata, tetapi juga membentuk kemampuan berbicara di depan publik, kepemimpinan, personal branding, hingga berpikir kritis terhadap persoalan daerah.
"Saya belajar menjadi representasi anak muda Blora. Bukan hanya tampil di depan publik, tetapi juga membawa gagasan dan ikut mencari solusi untuk memajukan pariwisata daerah," katanya.
Nindyasari menilai Blora memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dikenal masyarakat. Mulai dari wisata alam, kuliner, budaya, hingga kerajinan akar kayu jati yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Karena itu, ia ingin memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang lebih efektif, terutama untuk menjangkau generasi muda. (hul/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko