Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bagaimana Cara Agar Tahu Kalau Seseorang Bersikap Tulus? Begini Tipsnya Menurut Psikologi

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 7 Juli 2025 | 01:27 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketulusan adalah salah satu aspek penting dalam hubungan interpersonal, baik dalam pertemanan, hubungan romantis, maupun profesional. Namun, tidak selalu mudah untuk mengenali apakah seseorang benar-benar tulus atau hanya berpura-pura. 

Dalam ranah psikologi, sikap tulus dipahami sebagai bentuk integritas antara niat, ucapan, dan tindakan tanpa diselimuti niat tersembunyi. Orang yang tulus cenderung memiliki keselarasan antara ekspresi emosional dan komunikasi verbal, serta tidak memanipulasi informasi demi kepentingan pribadi.

Ketulusan adalah dasar pembentuk kepercayaan antar insan. John Gottman, peneliti hubungan sosial, menemukan bahwa kejujuran dan transparansi adalah kunci hubungan yang sehat. Tanpa ketulusan, hubungan rentan terhadap kecurigaan dan konflik.

Menurut para psikolog dan peneliti, tanda-tanda seseorang bersikap tilus adalah sebagai berikut:

1. Sejalan antara Perkataan dan Perbuatan

Orang yang tulus cenderung menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan. Festinger (1957) menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak konsisten antara keyakinan dan perilaku, ia akan merasa tidak nyaman saat berbicara atau bertindak. 

2. Ekspresi Emosi yang Sesuai dengan Situasi

Ketulusan dapat dilihat dari respons emosional yang alami. Ekman (2003) menemukan bahwa emosi asli (seperti senang, sedih, atau marah) muncul secara spontan dan sulit dipalsukan sepenuhnya. Orang yang tulus menunjukkan emosi yang sesuai dengan konteks, tanpa berlebihan atau terkesan dipaksakan.

3. Mendengarkan dengan Empati

Ketulusan juga tercermin dari kemampuan mendengarkan secara aktif. Rogers (1980) menekankan bahwa orang yang tulus tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami perasaan lawan bicara tanpa menghakimi. Mereka memberikan respons yang relevan dan menunjukkan ketertarikan yang otentik.

4. Tidak Terlalu Sering Memuji atau Menyanjung

Pujian berlebihan bisa menjadi tanda manipulasi. DePaulo et al. (2003) dalam penelitian tentang kebohongan menemukan bahwa orang yang tidak tulus cenderung menggunakan pujian berlebihan sebagai alat persuasi. Sebaliknya, orang tulus memberikan apresiasi sewajarnya dan spesifik.

Baca Juga: Begini Tanda-Tanda Seorang Perempuan Kompetitif dan Unggul Menurut Ilmu Psikologi

5. Mengakui Kesalahan dan Tidak Takut Salah

Orang yang tulus tidak merasa perlu terlihat sempurna. Kernis (2003) menyatakan bahwa individu yang otentik terbuka tentang kelemahan mereka dan tidak takut mengakui kesalahan.

6. Tidak Memiliki Maksud Tersembunyi

Ketulusan sering kali ditandai dengan transparansi motif. Reis & Shaver (1988)  menjelaskan bahwa hubungan yang tulus dibangun melalui keterbukaan dan kejujuran, tanpa manipulasi atau tujuan terselubung.

7. Bahasa Tubuh yang Terbuka dan Selaras

Menurut Mehrabian (1971), komunikasi nonverbal menyumbang 55 persen dari pesan yang disampaikan. Orang yang tulus cenderung memiliki bahasa tubuh yang terbuka (kontak mata alami, postur rileks, tidak menyilangkan tangan secara defensif) dan selaras dengan ucapan mereka.

8. Tidak Menghindar dari Pertanyaan

Ketika ditanya tentang sesuatu, orang tulus cenderung memberikan jawaban yang jelas tanpa berbelit-belit. Vrij (2008) dalam penelitian tentang deteksi kebohongan menemukan bahwa menghindari pertanyaan atau memberikan jawaban tidak langsung bisa menjadi tanda ketidakjujuran.

Penting untuk membedakan ketulusan dari kesan permukaan seperti keramahan atau kesopanan. Dalam konteks psikologi sosial, tidak semua perilaku ramah mencerminkan ketulusan.

Sejumlah eksperimen menunjukkan bahwa orang yang manipulatif juga dapat menampilkan perilaku prososial secara strategis. Oleh karena itu, konsistensi antara kata dan tindakan dalam jangka waktu tertentu menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi ketulusan yang sejati.

Sikap tulus biasanya terungkap dalam situasi yang menuntut kejujuran, kesetiaan, dan kesediaan untuk mendukung tanpa pamrih. Dengan memperhatikan pola komunikasi dan perilaku, kita dapat lebih baik dalam menilai keaslian seseorang. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Berpura-pura #tulus #emosi #psikologi #empati #jujur #orang yang tulus #komunikasi #pertemanan #integritas #Ketulusan #cinta #bahasa tubuh #manipulatif