Menurut Psikologi, Ini Arti 5 Kebiasaan Menggigit Kuku Saat Cemas

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi menggigit kuku saat seseorang cemas. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi menggigit kuku saat seseorang cemas. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebiasaan menggigit kuku atau nail biting merupakan perilaku yang cukup sering dilakukan seseorang, terutama ketika sedang merasa cemas, gugup, bosan, atau berada dalam situasi penuh tekanan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini ternyata dapat berkaitan dengan cara seseorang merespons dan mengelola emosi.

Dalam psikologi, menggigit kuku termasuk salah satu perilaku berulang yang berfokus pada tubuh atau body-focused repetitive behavior (BFRB). Perilaku tersebut dapat muncul secara sadar maupun tanpa disadari, khususnya ketika seseorang menghadapi kondisi emosional tertentu.

1. Cara Tubuh Meredakan Ketegangan

Ketika seseorang merasa cemas, tubuh dapat mengalami peningkatan ketegangan. Menggigit kuku terkadang menjadi cara sederhana untuk mengalihkan atau mengurangi sensasi tersebut.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Orang yang Suka Mendengarkan Musik Memiliki Karakter Ini

Aktivitas berulang seperti menggigit kuku dapat memberikan rangsangan fisik yang membuat perhatian seseorang beralih dari sumber kecemasan. Karena itu, sebagian orang mungkin merasa sedikit lebih tenang setelah melakukannya.

2. Respons terhadap Stres dan Kecemasan

Menggigit kuku juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa seseorang sedang mengalami tekanan emosional. Kebiasaan tersebut bisa muncul ketika menghadapi pekerjaan, ujian, masalah pribadi, situasi sosial, atau ketika memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Namun, menggigit kuku tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan. Kebiasaan ini bisa terjadi sesekali dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah psikologis.

3. Kebiasaan yang Dilakukan Secara Tidak Sadar

Banyak orang baru menyadari bahwa mereka sedang menggigit kuku setelah kebiasaan tersebut berlangsung cukup lama. Hal ini terjadi karena perilaku tersebut dapat menjadi respons otomatis yang terbentuk dari kebiasaan.

Jika seseorang sering menggigit kuku ketika merasa gugup atau stres, otak dapat mengasosiasikan perilaku tersebut dengan kondisi tertentu. Akibatnya, tangan bisa secara otomatis bergerak mendekati mulut ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

4. Bisa Berkaitan dengan Rasa Bosan atau Konsentrasi

Tidak selalu karena kecemasan, menggigit kuku juga dapat muncul ketika seseorang merasa bosan, sedang menunggu sesuatu, atau berkonsentrasi pada aktivitas tertentu.

Artinya, penting untuk memperhatikan kapan dan dalam situasi apa kebiasaan tersebut muncul. Dengan mengenali pemicunya, seseorang dapat lebih mudah memahami pola perilakunya.

5. Menjadi Masalah Jika Sulit Dikendalikan

Sesekali menggigit kuku umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian apabila dilakukan terus-menerus hingga menyebabkan kuku rusak, kulit di sekitar kuku terluka, berdarah, atau menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 7 Tanda Seseorang Sedang Menyembunyikan Perasaannya

Selain itu, jika seseorang merasa tidak mampu menghentikannya meskipun sudah berusaha, perilaku tersebut dapat menjadi tanda bahwa diperlukan strategi pengelolaan stres atau kecemasan yang lebih baik.

Cara Mengurangi Kebiasaan Menggigit Kuku

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba, seperti mengenali pemicu, menjaga kuku tetap pendek dan rapi, mengalihkan tangan dengan aktivitas lain, serta melakukan teknik relaksasi ketika mulai merasa cemas.

Latihan pernapasan, berjalan sebentar, melakukan aktivitas fisik, atau mengalihkan perhatian ke kegiatan yang membutuhkan penggunaan tangan juga dapat membantu.

Jika kebiasaan menggigit kuku sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan luka berulang, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional dapat menjadi pilihan untuk mengetahui pemicu dan strategi penanganan yang sesuai.

Pada akhirnya, menggigit kuku saat cemas bukan sekadar kebiasaan kecil. Perilaku tersebut dapat menjadi salah satu cara tubuh dan pikiran merespons ketegangan. Dengan mengenali pemicu dan pola kebiasaan, seseorang dapat mulai mencari cara yang lebih sehat untuk mengelola stres dan kecemasan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
seseorang psikologi perilaku menggigit kuku cemas