Menurut Psikologi, Ini 7 Tanda Seseorang Sedang Menyembunyikan Perasaannya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Menyembunyikan perasaan dari masalahnya. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Menyembunyikan perasaan dari masalahnya. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak semua orang mampu mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. Ada kalanya seseorang memilih menyimpan emosi, baik karena takut dianggap lemah, khawatir merepotkan orang lain, maupun belum siap menghadapi perasaannya sendiri.

Dalam psikologi, menyembunyikan perasaan dapat terlihat melalui perubahan perilaku, pola komunikasi, hingga bahasa tubuh. Namun, tanda-tanda tersebut tidak bisa dijadikan bukti pasti karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi emosi.

Berikut tujuh tanda yang dapat menunjukkan seseorang kemungkinan sedang menyembunyikan perasaannya.

1. Sering Mengatakan “Aku Baik-Baik Saja”

Salah satu tanda yang cukup umum adalah seseorang berulang kali mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, meskipun perilakunya terlihat berbeda.

Jawaban singkat, menghindari pembicaraan lebih dalam, atau cepat mengganti topik pembicaraan bisa menjadi cara seseorang menjaga emosinya agar tidak diketahui orang lain.

Baca Juga: 7 Tanda Sahabat Curhat yang Diam-Diam Menaruh Perasaan pada Pasangan Anda Menurut Psikologi

2. Perubahan Sikap yang Tiba-Tiba

Seseorang yang biasanya ceria dan banyak berbicara tiba-tiba menjadi lebih pendiam. Sebaliknya, orang yang biasanya tenang justru menjadi lebih banyak bercanda.

Perubahan perilaku semacam ini tidak selalu berarti ada masalah emosional. Namun, jika berlangsung cukup lama dan muncul bersamaan dengan tanda lainnya, perubahan tersebut patut diperhatikan.

3. Lebih Sering Menghindari Pembicaraan Pribadi

Orang yang sedang menyembunyikan perasaan terkadang merasa tidak nyaman ketika pembicaraan mulai menyentuh kehidupan pribadi atau emosinya.

Mereka mungkin memilih membahas pekerjaan, hobi, atau hal-hal ringan untuk menghindari pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

4. Terlihat Terlalu Santai atau Banyak Bercanda

Bercanda dan tertawa bisa menjadi cara seseorang mengalihkan perhatian dari emosi yang sedang dirasakan.

Seseorang mungkin terlihat sangat santai di depan orang lain, tetapi sebenarnya sedang berusaha menutupi rasa sedih, kecewa, marah, atau cemas yang dialaminya.

5. Menjadi Lebih Pendiam

Perubahan komunikasi juga dapat menjadi tanda. Seseorang yang biasanya aktif berkomunikasi bisa tiba-tiba lebih sering diam, membalas pesan secara singkat, atau memilih menghabiskan waktu sendirian.

Meski demikian, sikap pendiam juga bisa disebabkan oleh kelelahan atau kebutuhan untuk memiliki waktu sendiri.

6. Bahasa Tubuh Tidak Selaras dengan Ucapannya

Perhatikan ketika perkataan seseorang tidak sesuai dengan ekspresi atau bahasa tubuhnya.

Misalnya, mengatakan “tidak masalah” tetapi terlihat menghindari kontak mata, menarik napas panjang, atau menunjukkan ekspresi tegang. Ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa ada emosi yang belum ingin diungkapkan.

Baca Juga: Orang yang Mudah Meremehkan Perasaan Orang Lain Menunjukkan Pola Emosi Tertentu, Menurut Psikologi

7. Lebih Mudah Tersinggung atau Emosional

Perasaan yang terus dipendam terkadang dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal kecil.

Mereka mungkin lebih mudah tersinggung, cepat marah, atau terlihat frustrasi. Namun, kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti tekanan pekerjaan, kurang tidur, atau masalah pribadi.

Jangan Cepat Menyimpulkan

Penting untuk diingat bahwa tanda-tanda di atas bukan diagnosis psikologis. Perubahan perilaku seseorang tidak otomatis berarti ia sedang menyembunyikan perasaan.

Jika melihat seseorang mengalami perubahan sikap, pendekatan yang lebih baik adalah memberikan ruang dan kesempatan untuk berbicara tanpa menghakimi. Kalimat sederhana seperti, “Kalau kamu ingin cerita, aku siap mendengarkan,” dapat membuat seseorang merasa lebih aman untuk terbuka.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi emosi. Memahami perubahan perilaku dengan empati jauh lebih baik daripada langsung membuat kesimpulan mengenai apa yang sedang dirasakan seseorang. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
tertawa psikologi perasaan pendiam kecewa