Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Tips Memelihara Ayam Petelur agar Sehat, Produktif, dan Rajin Bertelur

Andhika Feriawan • Senin, 6 Juli 2026 | 21:15 WIB
Tips memelihara ayam petelur. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tips memelihara ayam petelur. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ayam petelur merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena mampu menghasilkan telur secara konsisten.

Namun, produktivitas ayam tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, melainkan juga dipengaruhi oleh kualitas pemeliharaan sehari-hari.

Banyak peternak pemula mengira ayam akan bertelur maksimal hanya dengan diberi makan.

Padahal, keberhasilan beternak ayam petelur bergantung pada kombinasi manajemen kandang, nutrisi, kesehatan, hingga pengaturan pencahayaan.

Jika salah satu aspek diabaikan, produksi telur dapat menurun bahkan ayam lebih rentan terserang penyakit.

Berikut beberapa tips memelihara ayam petelur agar tetap sehat dan mampu menghasilkan telur berkualitas.

1. Gunakan Bibit Ayam Berkualitas

Langkah pertama yang menentukan keberhasilan beternak adalah memilih bibit ayam yang sehat. Belilah DOC (Day Old Chick) atau ayam remaja dari hatchery maupun peternak yang memiliki reputasi baik.

Baca Juga: Realitas Pahit Peternak Ayam Petelur 2026: Mengapa Skala Kecil Sering Buntung?

Ciri-ciri bibit ayam yang sehat antara lain:

Bibit yang berkualitas memiliki potensi produksi telur lebih tinggi dibanding ayam dengan pertumbuhan yang kurang optimal.

2. Sediakan Kandang yang Bersih dan Nyaman

Lingkungan kandang sangat memengaruhi kesehatan ayam. Kandang yang lembap, pengap, dan kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri, virus, maupun parasit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

Kandang yang nyaman juga membantu menekan tingkat stres sehingga produksi telur tetap stabil.

3. Berikan Pakan dengan Nutrisi Seimbang

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur, sekaligus faktor paling berpengaruh terhadap produksi telur.

Ayam petelur membutuhkan nutrisi berupa:

Selain pakan, air minum bersih harus selalu tersedia sepanjang hari karena dehidrasi dapat menyebabkan penurunan produksi telur secara signifikan.

4. Atur Pencahayaan Secara Konsisten

Tidak banyak peternak pemula yang memahami bahwa cahaya berperan penting dalam merangsang sistem reproduksi ayam.

Baca Juga: Peternak Ayam Petelur Diprediksi Meningkat Drastis, Praktisi Unigoro: Jalin Kemitraan Agar Harga Stabil

Secara umum, ayam petelur membutuhkan pencahayaan sekitar 14–16 jam setiap hari selama masa produksi. Cahaya membantu merangsang pelepasan hormon reproduksi sehingga proses pembentukan telur berlangsung lebih optimal.

Pengaturan lampu juga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten agar ayam tidak mengalami stres akibat perubahan mendadak.

5. Terapkan Program Vaksinasi dan Biosekuriti

Pencegahan penyakit jauh lebih murah dibanding mengobati ayam yang sudah sakit.

Langkah biosekuriti yang dapat diterapkan antara lain:

Penerapan biosekuriti terbukti mampu menekan risiko penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian maupun penurunan produksi telur.

6. Kurangi Faktor Penyebab Stres

Ayam yang mengalami stres umumnya akan mengalami penurunan produksi telur.

Beberapa penyebab stres antara lain:

Karena itu, usahakan lingkungan kandang tetap tenang dengan suhu yang nyaman agar ayam dapat berproduksi secara maksimal.

7. Lakukan Pemantauan Produksi Secara Rutin

Peternak sebaiknya tidak hanya mengumpulkan telur, tetapi juga mencatat hasil produksi setiap hari.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Resmikan Kandang Petelur Merah Putih Desa Kebonrejo

Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi:

Dengan pencatatan rutin, penurunan produktivitas dapat diketahui lebih awal sehingga penyebabnya segera diatasi sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kesimpulan

Memelihara ayam petelur membutuhkan perhatian pada berbagai aspek, mulai dari pemilihan bibit, kebersihan kandang, pemberian pakan, pengaturan pencahayaan, hingga penerapan biosekuriti. Seluruh faktor tersebut saling berkaitan dalam menentukan tingkat produksi telur.

Dengan manajemen pemeliharaan yang baik dan konsisten, ayam akan tumbuh lebih sehat, produktif, serta mampu menghasilkan telur berkualitas dalam jangka waktu yang lebih panjang. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#tips beternak #peternak pemula #peternak #Ayam petelur #beternak