RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda sedang asyik beraktivitas, seperti menonton konser atau menikmati kopi di sore hari, lalu tiba-tiba sebuah ingatan tentang masa lalu terlintas begitu saja di benak tanpa alasan yang jelas?
Dilansir dari laman Psychology Today, fenomena mendadak melamunkan masa lalu atau memikirkan teman lama di masa SMA ini ternyata bukan sekadar kebetulan belaka.
Fakta psikologis terbaru mengungkapkan bahwa otak manusia sengaja memutar jam internalnya kembali ke "masa keemasan" sebagai mekanisme pertahanan bawah sadar yang canggih untuk menyelamatkan diri dari ancaman psikologis, kesepian, atau stres emosional yang sedang terjadi di masa kini.
Kehidupan sehari-hari yang padat sering kali membuat kita memiliki sedikit waktu untuk merenungkan tindakan selanjutnya, apalagi memikirkan hal-hal yang telah terjadi di masa lalu. Namun, kita tetap tidak bisa menghentikan pikiran kita untuk hanyut ke masa lalu.
"Nostalgia adalah 'mendasar bagi sifat manusia itu sendiri,'" catat Evan Weingarten dan koleganya dari Universitas Southern California (USC) dalam penelitian komprehensif mereka yang terbit tahun 2026.
Baca Juga: Waspada Doomscrolling, Otakmu Sedang Dijajah Adiksi Dopamin Instan!
Melalui analisis masif terhadap 135 dataset yang telah dipublikasikan dan 35 dataset yang belum dipublikasikan, para peneliti USC meyakini bahwa akar penyebab nostalgia berkaitan erat dengan dua hal utama: kebutuhan untuk mengatasi ancaman (potensi regulasi) serta keinginan untuk memotivasi diri dalam mencari penegasan positif, hubungan dengan orang lain, dan ikatan dengan identitas kita sendiri (potensi motivasi).
Menariknya, sebuah studi paralel dari American Psychological Association (APA) juga mengonfirmasi bahwa memori otobiografis seperti nostalgia bertindak sebagai jangkar emosional yang menstabilkan kesehatan mental seseorang saat menghadapi ketidakpastian hidup.
Berdasarkan dataset "Pemicu" dan "Manfaat" yang dibedah oleh Weingarten dkk., berikut adalah 5 prinsip ilmiah mengapa otak Anda suka mengajak Anda bernostalgia secara tiba-tiba:
Prinsip 1: Ancaman adalah Pemantik Utama Nostalgia
Ketika Anda mengalami pengalaman negatif di masa kini, seperti merasa diremehkan oleh orang lain, tertekan oleh pekerjaan, atau merasa diisolasi dari jaringan sosial, otak Anda secara otomatis mendeteksi adanya ancaman psikologis.
Untuk melindungi ego Anda, sistem pertahanan saraf akan memutar ingatan ke masa lalu saat Anda merasa jauh lebih aman, dicintai, dan dihargai.
Teori keterikatan (attachment theory) menunjukkan bahwa ketika manusia takut diabaikan oleh lingkungan sosialnya, mereka akan memulihkan keharmonisan batin secara mandiri dengan mengambil inspirasi dan kekuatan dari kenangan hubungan dekat yang pernah terjalin sebelumnya.
Prinsip 2: Nostalgia Memberikan "Suntikan" Manfaat Psikologis
Kembali ke masa lalu yang membahagiakan terbukti membantu Anda membangun kembali rasa keterikatan dengan diri Anda sebagai seorang pribadi utuh.
Proses ini mengembalikan kesinambungan identitas: Anda diingatkan tentang siapa diri Anda sebenarnya sebelum dihantam oleh masalah hidup saat ini.
Hebatnya, prinsip ini juga membuktikan bahwa setelah seseorang menghidupkan kembali peristiwa masa lalu yang indah, mereka cenderung menjadi lebih berempati dan termotivasi untuk menawarkan bantuan kepada orang lain.
Prinsip 3: Berlaku Universal Tanpa Memandang Suku dan Budaya
Studi tentang nostalgia tersebar luas di berbagai benua dan latar belakang masyarakat yang berbeda. Hasil statistik menunjukkan bahwa tidak ada satu pun budaya di dunia ini yang memiliki keunggulan eksklusif dalam hal nilai kerinduan masa lalu.
Kemampuan bernostalgia ini adalah sifat bawaan universal yang dimiliki oleh setiap manusia di bumi untuk bertahan hidup secara emosional.
Prinsip 4: Manfaatnya Bergantung pada Kepribadian Anda
Setiap orang memiliki kadar ketangguhan (resilience) yang berbeda-beda dalam menghadapi kesulitan. Bagi individu yang mendefinisikan diri mereka berdasarkan kuatnya ikatan sosial, mereka akan lebih sering menggunakan nostalgia sebagai sumber daya atau "bahan bakar" darurat.
Baca Juga: Menghidupkan Nostalgia: Bagaimana AI Membawa Kampanye Klasik Kembali
Saat mereka merasa terpojok oleh keadaan, mengenang persahabatan lama di masa lalu akan langsung diubah oleh sistem saraf mereka menjadi bentuk dukungan moral yang menenangkan.
Prinsip 5: Nostalgia Memang Ditakdirkan Terasa "Pahit-Manis"
Nostalgia sejati memiliki ciri khas afektif yang unik, yaitu tidak pernah murni 100% berisi kebahagiaan. Karakteristik utamanya adalah bittersweet (pahit-manis).
Saat Anda mendadak mengingat seorang sahabat lama, rasa hangat dari kenangan indah tersebut biasanya akan langsung diikuti oleh sedikit rasa bersalah atau melankolis karena Anda menyadari telah lama tidak menghubungi mereka, atau karena menyadari waktu tersebut tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Bagaimana Cara Memanfaatkannya dengan Bijak?
Jika lain kali pikiran Anda tiba-tiba "minggat" ke masa lalu di tengah-tengah kesibukan, Anda tidak perlu merasa kesal atau menyalahkan diri sendiri karena kehilangan konsentrasi. Penyimpangan mental singkat itu sangat berharga dan fungsional bagi kesehatan psikologis Anda.
Menghidupkan kembali masa lalu sesekali adalah metode alami tubuh untuk menenangkan diri (self-soothing) dari tekanan realitas. Kerangka kerja lima prinsip ini mengajak kita untuk melihat kecenderungan merindukan masa lalu dari sudut pandang yang positif.
Baca Juga: Tips Belanja Digicam Untuk Pemula: Karena Nostalgia Tak Harus Mahal dan Buat Dompet Menangis
Singkatnya, jadikan kilas balik tersebut sebagai alarm pengingat dari otak: bahwa Anda sedang butuh istirahat, butuh terhubung kembali dengan orang-orang tersayang, atau sekadar butuh mengingat kembali betapa berharganya diri Anda. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko