Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketahui Ini! 7 Tipe Orang yang Diam-Diam Bisa Menghambat Kesuksesan Kita Menurut Psikologi

Hakam Alghivari • Minggu, 17 Mei 2026 | 14:57 WIB
Ilustrasi grup pertemanan. (MAGNIFIC)
Ilustrasi grup pertemanan. (MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Semua pengaruh buruk terkadang tidak datang dari musuh yang terlihat jelas. Banyak kasus, justru orang-orang terdekat di kehidupan sehari-hari dapat menjadi penghambat terbesar dalam hidup seseorang tanpa disadari.

Mereka bisa hadir sebagai teman, rekan kerja, bahkan orang yang cukup dekat secara emosional. Sekilas, sikapnya tampak biasa saja. Namun perlahan, interaksi yang terus berlangsung dapat memengaruhi rasa percaya diri, pola pikir, motivasi, hingga kondisi mental seseorang.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan emosional di sekitarnya. Cara seseorang berbicara, memberi respons, memperlakukan orang lain, hingga energi yang dibawa dalam interaksi sehari-hari dapat membentuk kondisi psikologis secara perlahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kata Psikologi, Inilah Kenapa Beberapa Orang Selalu Terlihat Berwibawa tanpa Banyak Bicara

Itulah sebabnya sebagian orang merasa lebih mudah lelah, kehilangan semangat, atau sulit berkembang ketika terlalu lama berada di lingkungan sosial yang tidak sehat. Menariknya, tipe orang seperti ini sering tidak terlihat toxic secara terang-terangan.

Sebaliknya, perilakunya muncul dalam bentuk yang halus: komentar kecil yang meremehkan, energi negatif yang terus-menerus, hingga hubungan yang terasa menguras mental secara perlahan.

Dilansir dari berbagai studi psikologi sosial dan perilaku manusia, terdapat beberapa tipe kepribadian yang sering kali diam-diam menghambat perkembangan hidup dan kesehatan mental orang lain.

Baca Juga: 7 Transformasi Pola Pikir atau Mindset Miliarder: Membedah Cara Orang Kaya Memandang Uang, Waktu, dan Kegagalan

1. Orang yang Selalu Meremehkan Impian Orang Lain

Ada tipe orang yang hampir selalu menemukan alasan mengapa sesuatu tidak akan berhasil.

Ketika seseorang ingin mencoba hal baru, mereka lebih dulu berbicara tentang risiko, kegagalan, atau kemungkinan buruk tanpa pernah benar-benar memberi ruang untuk optimisme.

Sekilas sikap ini terlihat realistis. Namun jika terus terjadi, lingkungan seperti ini bisa membuat seseorang perlahan kehilangan keberanian untuk berkembang.

Dalam psikologi sosial, perilaku tersebut sering berkaitan dengan projected insecurity, yaitu kecenderungan memproyeksikan ketakutan dan keterbatasan dirinya kepada orang lain.

Akibatnya, orang di sekitarnya ikut merasa ragu terhadap potensi dirinya sendiri.

2. Orang yang Suka Membuat Orang Lain Merasa Kecil

Tipe ini tidak selalu kasar secara langsung. Mereka justru sering terlihat santai dan penuh candaan.

Namun di balik percakapan sehari-hari, mereka kerap menyisipkan komentar yang merendahkan kemampuan, pencapaian, atau pilihan hidup orang lain secara halus.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Membuat Mental Seseorang Semakin Lelah Menurut Psikologi

Psikologi mengenal perilaku ini sebagai subtle dominance behavior, yaitu usaha mempertahankan rasa superior melalui interaksi sosial kecil yang tampak sepele di permukaan.

Masalahnya, jika terus berada di lingkungan seperti ini, rasa percaya diri seseorang bisa terkikis tanpa disadari.

3. Orang yang Selalu Membawa Energi Negatif

Setiap bertemu, pembicaraannya selalu dipenuhi keluhan, kemarahan, pesimisme, atau rasa curiga terhadap hidup.

Mereka jarang melihat kemungkinan baik dari sebuah situasi dan cenderung menarik suasana ke arah emosional yang berat.

Baca Juga: Selalu Bilang “Siap”, Tapi Tak Pernah Selesai: Psikologi Orang yang Sulit Menepati Komitmen

Dalam psikologi sosial, kondisi ini berkaitan dengan emotional contagion, yaitu fenomena ketika emosi dapat “menular” kepada orang lain melalui interaksi yang terus-menerus.

Karena itu, terlalu lama berada di sekitar energi negatif sering membuat mental ikut terasa lebih lelah dan penuh tekanan.

4. Orang yang Hanya Datang Saat Membutuhkan Sesuatu

Hubungan sosial yang sehat biasanya memiliki keseimbangan emosional.

Namun ada orang yang hanya muncul ketika membutuhkan bantuan, perhatian, atau dukungan tertentu, lalu perlahan menghilang ketika situasi sudah kembali nyaman bagi dirinya.

Psikologi menyebut pola ini sebagai utilitarian relationship, yaitu hubungan yang lebih didasarkan pada manfaat dibanding keterikatan emosional yang tulus.

Jika terus dipertahankan, hubungan seperti ini sering membuat seseorang merasa dimanfaatkan secara emosional.

Baca Juga: Rahasia Finansial 2026: Kenapa Gaji UMR Bisa Bikin Kaya? Cek 7 Kebiasaan Ini!

5. Orang yang Tidak Senang Melihat Orang Lain Berkembang

Tipe ini biasanya sulit benar-benar bahagia melihat orang lain berhasil.

Mereka mungkin tidak menunjukkan rasa iri secara terang-terangan, tetapi sering mengecilkan pencapaian, memberi komentar sinis, atau membuat keberhasilan orang lain terasa tidak penting.

Dalam psikologi, perilaku seperti ini sering dipengaruhi oleh social comparison insecurity, yaitu rasa tidak aman yang muncul ketika membandingkan diri dengan perkembangan orang lain.

Akibatnya, hubungan sosial berubah menjadi ruang kompetisi emosional yang melelahkan.

Baca Juga: 7 Tanda Cowok Pura-Pura Kaya Menurut Psikologi Finansial: Jangan Terkecoh Outfit Mahal!

6. Orang yang Membuat Kita Selalu Merasa Bersalah

Ada individu yang sangat pandai memainkan rasa kasihan, rasa tidak enak, atau tekanan emosional agar orang lain mengikuti keinginannya.

Mereka membuat seseorang merasa egois ketika mulai menjaga batas diri atau memprioritaskan kebutuhan pribadinya sendiri.

Fenomena ini dikenal sebagai guilt manipulation, yaitu bentuk manipulasi emosional melalui rasa bersalah.

Jika berlangsung lama, hubungan seperti ini dapat membuat seseorang kehilangan keberanian untuk menentukan batas sehat dalam hidupnya.

7. Orang yang Tidak Pernah Mau Bertumbuh, tetapi Menahan Orang Lain untuk Maju

Ini salah satu tipe yang paling melelahkan secara psikologis.

Mereka tidak memiliki keinginan berkembang, tetapi juga merasa tidak nyaman ketika melihat orang lain mulai berubah menjadi lebih baik.

Akibatnya, mereka sering mengejek proses belajar orang lain, meremehkan perubahan positif, atau menganggap usaha berkembang sebagai sesuatu yang berlebihan.

Psikologi menunjukkan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap motivasi dan perkembangan identitas seseorang. Karena itu, berada terlalu lama di sekitar orang yang anti-pertumbuhan dapat membuat seseorang perlahan kehilangan semangat untuk maju.

Baca Juga: Psikologi Mengungkap Empat Sikap yang Diam-Diam Dimiliki Orang Kaya

Tidak semua hubungan sosial membawa dampak positif bagi kehidupan seseorang. Psikologi sosial menunjukkan bahwa lingkungan emosional memiliki pengaruh besar terhadap rasa percaya diri, kesehatan mental, hingga cara seseorang melihat dirinya sendiri.

Karena itu, memahami tipe orang yang diam-diam menghambat bukan berarti harus membenci orang lain, tetapi menyadari bahwa energi, pola pikir, dan cara seseorang memperlakukan kita dapat memengaruhi arah pertumbuhan hidup secara perlahan. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#penghambat #psikologi #kesuksesan #tipe #orang