RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kegiatan sosialisasi dan edukasi kendaraan listrik dirangkai peresmian charging station B’caker (Becak NgeCAs ListriK Energi Ramah Lingkungan) di halaman Kantor PLN UP3 Bojonegoro berlangsung sukses.
Sejumlah pejabat tampak hadir, mulai Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, Kepala Dinas Perhubungan Welly Fitrama, S.STP., M.M., Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bojonegoro, pegawai PLN UP3 Bojonegoro, 23 pengemudi becak listrik, hingga stakeholder terkait.
Manajer PLN UP3 Bojonegoro, Danang Setiawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program transisi energi bersih serta pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Kabupaten Bojonegoro.
“PLN terus berupaya menghadirkan inovasi dan layanan terbaik guna mendukung transisi energi bersih, serta melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya beralih ke kendaraan listrik sebagai solusi transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan” jelasnya.
Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono turut mengapresiasi langkah PLN dalam menghadirkan inovasi tersebut. “Program ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Selain lebih hemat, kendaraan listrik juga ramah lingkungan dan aman digunakan, termasuk saat melintasi genangan air. Kami berharap inisiatif ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, para pengemudi becak listrik menyambut baik program ini. Sukadi mengungkapkan, “Dengan adanya tempat pengisian daya ini, kami jadi lebih mudah dalam mengisi daya sat di situasi darurat dan bisa menghemat biaya operasional sehari-hari,” katanya.
Hal serupa disampaikan Rustamin, “Becak listrik lebih nyaman, tidak bising, dan lebih ramah lingkungan. Kami berharap fasilitas seperti ini bisa terus bertambah,” imbuhnya.
B’caker charging station yang diresmikan Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono didampingi Manajer PLN UP3 Bojonegoro, Danang Setiawan, dilanjutkan dengan pengecasan becak listrik dan penempelan stiker B’caker pada unit becak listrik.
Kehadiran B’caker merupakan inovasi untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di daerah khususnya Bojonegoro. Ia menjelaskan bahwa kendaraan listrik memiliki efisiensi energi yang setara bahkan lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Dengan asumsi 1 liter BBM setara 1,2 kWh listrik, biaya energi listrik hanya sekitar Rp2.500, jauh lebih hemat dibandingkan BBM yang mencapai Rp10.000 hingga Rp12.400 per liter.
Memberikan dampak positif terhadap lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Emisi yang dihasilkan hanya sekitar 1,3 kg CO₂ per 1,2 kWh, dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak yang mencapai 2,4 kg CO₂ per liter. Selain itu, kendaraan listrik juga menawarkan keunggulan lain seperti biaya perawatan yang lebih sederhana, operasional yang lebih senyap, serta berbagai insentif yang mendukung penggunaannya. (*/sfh)
Editor : Yuan Edo Ramadhana