Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengapa Pria Dewasa Masih Suka Membeli Mainan? Menggali Fenomena Kidulting dan Kebutuhan Emosional

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 13 Oktober 2025 | 02:46 WIB
Fenomena Kidulting.
Fenomena Kidulting.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Fenomena Kidulting, gabungan kata dari kid (anak) dan adult (dewasa) semakin marak di kalangan pria dewasa, terutama generasi Milenial dan Gen Z.

Mainan yang dikoleksi pun beragam, mulai dari action figures (figur aksi) karakter superhero, diecast miniatur mobil, hingga set LEGO yang kompleks.

Meskipun kerap dicap kekanak-kanakan, hobi ini memiliki dasar psikologis yang kuat. Mainan koleksi menjadi outlet emosional, ekspresi diri, dan bahkan aset investasi.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa banyak pria dewasa masih gemar membeli mainan.

1. Nostalgia dan Pelarian dari Tekanan Hidup

Ini adalah alasan paling umum. Mainan yang dibeli seringkali merupakan karakter atau merek yang populer saat masa kanak-kanak mereka (era 80-an hingga 2000-an).

Tujuan: Mainan berfungsi sebagai mesin waktu emosional. Dengan mengoleksi mainan tersebut, pria dewasa dapat menghadirkan kembali kenangan manis masa kecil yang penuh kebebasan, tanpa tekanan pekerjaan, tanggung jawab, dan komitmen dewasa. Ini adalah cara sehat untuk meredakan stres dan tekanan hidup yang tinggi.

Fungsi Psikologis: Aktivitas merapikan, menyusun, atau cuma memandangi koleksi dapat menjadi semacam "ritual tenang" yang memberikan rasa senang, kepuasan, dan kontrol di dunia yang serba tidak pasti.

2. Memenuhi Hasrat Masa Kecil yang Tertunda (Inner Child Healing)

Banyak pria dewasa tumbuh di masa ketika mainan tertentu, terutama yang mahal atau limited edition, tidak terjangkau karena keterbatasan finansial orang tua.

Tujuan: Ketika mereka sudah memiliki daya beli sendiri (penghasilan pribadi), mereka mendapatkan kepuasan psikologis dengan membeli barang yang dulu hanya bisa diimpikan. Ini adalah bentuk apresiasi diri atau cara "menyembuhkan" keinginan yang tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak.

Rasa Kepemilikan: Mampu membeli mainan incaran dengan uang hasil jerih payah sendiri memberikan rasa bangga dan validasi atas kerja keras yang telah dilakukan.

3. Ekpresi Diri dan Identitas Fandom

Koleksi adalah cerminan minat, identitas, dan kreativitas seseorang.

Tujuan: Mainan seperti action figures dari film, komik, atau anime favorit adalah cara untuk mengekspresikan identitas fandom mereka. Koleksi yang dipajang adalah statement (pernyataan) visual tentang siapa diri mereka dan apa yang mereka hargai.

Kreativitas dan Keterlibatan: Hobi ini juga melibatkan sisi kreatif, seperti dalam merakit model (misalnya LEGO atau Gunpla), atau menciptakan diorama untuk memajang koleksi, yang memberikan stimulasi otak dan rasa pencapaian.

4. Potensi Investasi dan Nilai Jual

Bagi sebagian kolektor, mainan tergolong masuk aset finansial.

Tujuan: Mainan edisi terbatas (limited edition), yang jarang atau sudah tidak diproduksi lagi, sering kali mengalami kenaikan harga yang signifikan dari waktu ke waktu.

Apresiasi Nilai: Kolektor yang cerdas memandang pembelian mainan sebagai investasi jangka panjang. Mereka berburu barang langka, menjaga kondisinya dengan sempurna, dan berpotensi menjualnya kembali dengan harga tinggi di masa depan, memberikan dimensi ekonomi pada hobi tersebut.

5. Komunitas dan Interaksi Sosial

Hobi koleksi jarang dilakukan sendirian. Keberadaan komunitas menjadi faktor pendorong utama.

Tujuan: Mengoleksi mainan membantu pria dewasa membangun koneksi sosial dan menemukan teman-teman yang memiliki minat serupa.

Ajang Berbagi: Komunitas menyediakan ruang untuk berbagi informasi (mengenai sejarah atau rentang harga), bertukar koleksi, dan berinteraksi dalam lingkungan yang non-judgemental.

Kesimpulan

Fenomena pria dewasa membeli mainan, atau kidulting, adalah tren global yang sehat secara psikologis. Ini adalah cara yang efektif untuk mengelola stres, memuaskan keinginan masa lalu, mengekspresikan identitas, dan bahkan membangun kekayaan.

Mainan koleksi telah bertransfomasi dari benda anak-anak menjadi medium kompleks yang menyentuh aspek emosional, finansial, dan sosial kehidupan orang dewasa. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kolektor #Lego #Koleksi Mainan #Investasi #Kidulting #diecast #adulting