RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejak kecil, kita sering mendengar nasihat dari orang tua untuk tidak minum air sambil berdiri.
Alasannya beragam, mulai dari air yang langsung mengalir ke kaki, hingga menimbulkan berbagai penyakit.
Nasihat ini begitu melekat di masyarakat, bahkan menjadi semacam aturan tak tertulis. Tapi, benarkah minum air sambil berdiri berbahaya? Mari kita telusuri fakta di baliknya.
Mitos yang Beredar
Beberapa mitos yang sering dikaitkan dengan minum air sambil berdiri antara lain:
Gangguan Pencernaan: Ada keyakinan bahwa air yang diminum saat berdiri akan mengalir terlalu cepat, tanpa sempat berinteraksi dengan enzim pencernaan. Hal ini dipercaya bisa menyebabkan masalah seperti perut kembung dan sembelit.
Masalah Ginjal dan Kandung Kemih: Mitos lain menyebutkan bahwa minum air sambil berdiri dapat menyebabkan kotoran atau racun dari air mengendap di ginjal dan kandung kemih, yang berpotensi memicu penyakit.
Radang Sendi: Ini mungkin salah satu mitos yang paling populer. Banyak yang percaya bahwa air yang diminum saat berdiri akan terakumulasi di persendian, menyebabkan penumpukan cairan yang bisa memicu radang sendi.
Fakta Ilmiah dan Penjelasan Medis
Secara medis, tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung klaim bahwa minum air sambil berdiri secara langsung berbahaya bagi kesehatan.
Tubuh manusia memiliki sistem pencernaan yang sangat canggih dan efisien, yang dirancang untuk memproses makanan dan minuman, terlepas dari posisi tubuh.
Proses Pencernaan: Baik saat berdiri, duduk, atau bahkan berbaring, air yang kita minum akan melalui kerongkongan, masuk ke lambung, dan kemudian diserap oleh usus.
Proses ini dikendalikan oleh otot-otot di saluran pencernaan (gerak peristaltik) yang bekerja secara otomatis, tidak peduli posisi kita. Enzim pencernaan dan asam lambung akan tetap bekerja sebagaimana mestinya.
Fungsi Ginjal: Ginjal adalah organ penyaring yang luar biasa. Fungsinya adalah menyaring darah, memisahkan zat sisa, dan memproduksi urin. Posisi tubuh saat minum tidak akan memengaruhi cara kerja ginjal.
Ginjal akan selalu menyaring cairan yang masuk ke tubuh, membersihkan racun, dan tidak akan membiarkan "kotoran" mengendap hanya karena kita minum sambil berdiri.
Radang Sendi dan Cairan: Radang sendi umumnya disebabkan oleh faktor-faktor seperti peradangan, cedera, atau penuaan.
Tidak ada kaitan langsung antara minum air sambil berdiri dengan penumpukan cairan di sendi. Cairan dalam tubuh, termasuk air yang kita minum, tidak akan langsung menuju sendi dan mengendap di sana.
Kenapa Nasihat Ini Begitu Populer?
Meskipun tidak ada dasar ilmiahnya, nasihat ini mungkin muncul dari kebiasaan atau ajaran yang lebih luas, seperti:
Etika dan Kesopanan: Dalam beberapa budaya, makan atau minum sambil berdiri dianggap tidak sopan atau terburu-buru. Nasihat ini bisa jadi cara untuk mendorong kebiasaan yang lebih santun.
Perhatian Penuh (Mindfulness): Duduk saat makan atau minum bisa membantu kita lebih fokus dan menikmati prosesnya. Hal ini bisa mencegah kita minum terlalu cepat, yang kadang bisa menyebabkan tersedak atau menelan udara berlebihan.
Filosofi Kesehatan Timur: Dalam beberapa tradisi pengobatan, seperti Ayurveda, minum sambil berdiri dianggap mengganggu aliran energi (prana) dalam tubuh. Namun, ini lebih merupakan konsep filosofis, bukan medis.
Pada akhirnya, tidak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan bahwa minum air sambil berdiri berbahaya.
Kekhawatiran seperti gangguan pencernaan, penyakit ginjal, atau radang sendi akibat kebiasaan ini lebih cenderung merupakan mitos daripada fakta.
Namun, bukan berarti kita harus mengabaikan nasihat ini sepenuhnya. Ada manfaat dari kebiasaan minum sambil duduk, yaitu memberikan kita waktu untuk lebih rileks dan menikmati air yang kita minum.
Minum dengan perlahan dan sadar (mindful drinking) bisa membantu tubuh menyerap hidrasi dengan lebih baik dan mencegah kita menelan udara yang bisa menyebabkan kembung.
Baca Juga: Mitos Seputar Kunjungan Presiden ke Bojonegoro: Benarkah Berujung Lengser?
Jadi, meskipun tidak ada bahaya medis yang nyata, memilih untuk duduk saat minum bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk membangun kesadaran dan ketenangan.
Kesehatan tubuh kita lebih ditentukan oleh jenis makanan dan minuman yang kita konsumsi, jumlah air yang kita minum, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan, bukan dari posisi saat minum. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko