Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Lille, Persinggahan Baru Calvin Verdonk di Perancis: Kandang ‘Anjing Bulldog’ Sepak Bola Perancis, Punya Budaya Pasar Thrifting Akhir Pekan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 5 September 2025 | 04:36 WIB
Pusat Kota Lama Lille (Dok. Kementerian Pariwisata Perancis)
Pusat Kota Lama Lille (Dok. Kementerian Pariwisata Perancis)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penggawa naturalisasi Timnas Indonesia, Calvin Verdonk mencetak sejarah baru untuk dunia sepak bola Indonesia pada Senin (1/9) lalu. Dengan bergabung dengan Lille OSC (LOSC) musim ini, Calvin resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Ligue 1 (Liga Perancis).

Kepindahan Verdonk ke LOSC menjadi kejutan tersendiri. Selain dinilai masih anteng dan diandalkan di klub lamanya, NEC Nijmegen, kebanyakan rekan-rekannya di Timnas memilih pulang ke Belanda atau bahkan pergi ke Indonesia untuk melanjutkan karir sepak bola mereka.

Kebetulan, pelatih Timnas Indonesia saat ini, Patrick Kluivert juga alumni LOSC. Patrick bermain semusim dengan klub berjuluk Les Dogues tersebut pada musim 2007/2008, sebelum memutuskan pensiun di akhir musim tersebut.

“LOSC merupakan klub hebat, pernah menang liga dan Piala Super Perancis pada 2021 lalu dengan liga yang penuh dengan pemain berkualitas dan persaingan ketat. Waktu saya ngobrol dengan Coach Patrick, dia banyak bercerita hal baik tentang LOSC, dan masih punya teman di sini,” ujar Calvin sebagaimana dikutip dari rilis resmi klub.

Sesuai nama lengkapnya, Lille OSC berasal dari kota Lille, yang terletak di ujung utara Perancis dan berbatasan langsung dengan Belgia. Kurang lebih perjalanan dari Lille ke ibukota Perancis dan markas Paris Saint-Germain, yakni Paris, butuh perjalanan sejauh tiga jam lewat jalur darat, atau hanya satu jam jika naik kereta.

Uniknya, meskipun berbatasan dengan Belgia, Lille lebih dekat dengan rayon Flanders yang berbahasa Belanda sehari-hari, ketimbang rayon Wallonia yang berbahasa Perancis. Namun wilayah yang kini diduduki kota Lille tidak termasuk rayon Flanders yang menggunakan bahasa Belanda, dan kemudian diserahkan kepada kerajaan Perancis pada zaman dahulu.

Ada beberapa versi sejarah yang menjelaskan asal muasal kota Lille, namun Lille sendiri tidak dinamai dari bunga lili. Nama ‘Lille’ diyakini berasal dari bahasa Perancis, “L’Isle”, atau dari bahasa Belanda, “Rijsel”, yang kurang lebih sama-sama berarti ‘pulau’. Dinamai demikian karena awalnya, pusat kota Lille berada di sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Sungai Doule yang melintasi kota tersebut.

Acara Braderie de Lille mengubah pusat kota Lille menjadi pasar kaget dan pusat thrifting sepanjang akhir pekan pertama September. (Dok. Pemerintah Kota Lille)
Acara Braderie de Lille mengubah pusat kota Lille menjadi pasar kaget dan pusat thrifting sepanjang akhir pekan pertama September. (Dok. Pemerintah Kota Lille)

Cikal bakal kota Lille diyakini didirikan pada tahun 640 oleh seorang warga bernama Lyderic, yang memiliki modal tanah hasil rampasan dari seorang bangsawan bernama Phinaert yang sebelumnya membunuh kedua orang tuanya. Tidak diketahui pasti kapan Lille menjadi bagian dari wilayah kekuasaan wangsa Flanders, namun catatan sejarah pertama kali menyebut kota Lille sebagai bagian dari wilayah tersebut pada tahun 1066.

Kurang lebih lima abad kemudian pada 1519, Lille diserahkan kepada Kekaisaran Romawi Suci (cikal bakal Jerman, berbeda dengan Kerajaan Romawi yang jadi cikal bakal Italia) yang dipimpin wangsa Habsburg. Satu setengah abad kemudian, raja Louis XIV sukses merebut Lille dari wangsa Habsburg dan menjadikannya wilayah kekuasaan Perancis, yang saat itu masih berbentuk kerajaan.

Bergabungnya Lille ke kerajaan Perancis bertepatan dengan revolusi industri pertama dunia, sehingga Lille lansgung dirancang sebagai kota industri dan perdagangan, yang masih bertahan hingga 1960an. Namun kini, Lille beralih ke sektor jasa, transportasi dan pelayanan masyarakat. Menurut laman F6S, Lille juga mulai menjadi sarang start-up dan perusahaan teknologi di era modern, terutama di bidang e-commerce dan kecerdasan buatan.

Pemimpin pasukan pembebasan Peranics era Perang Dunia II dan Presiden pertama Perancis di era modern, Charles de Gaulle merupakan warga kelahiran Lille, dan rumah keluarga ibunya tempat dirinya dilahirkan masih berdiri hingga saat ini. Di samping itu, Lille terkenal kaya akan kebun toga (tanaman obat keluarga) dan tanaman herbal, serta berbagai museum kesenian di berbagai penjuru kota.

Sejak abad ke-12, setiap akhir pekan pertama bulan September, Pemkot Lille menggelar tradisi Braderie de Lille, yakni gelaran pasar kota (atau lebih tepatnya pasar kaget) yang menutupi sebagaian besar pusat kota Lille. Menurut laman resmi Pemkot, pasar kota ini digelar sepanjang satu setengah hari, mulai Sabtu sore hingga Minggu malam.

Umumnya, para pedagang di Braderie de Lille menjajakan barang bekas, buku dan mainan anak-anak, serta berbagai jajanan. Bahkan Pemkot melarang menjual barang-barang baru, kecuali jika dijual oleh toko di sekitar lokasi pasar. Dengan kata lain, Braderie de Lille merupakan salah satu pasar loak atau pasar thrifting terbesar sedunia.

Namun tentu, Lille paling terkenal karena klub sepak bola mereka, Lille OSC, yang dibentuk pada tahun 1944. Lille OSC merupakan hasil merger dua klub pendiri liga sepak bola Perancis, yakni Olympique Lillois dan SC Fives.

Julukan LOSC, ‘Les Dogues’ bermakna anjing mastiff, atau lebih dikenal sebagai anjing bulldog, dan berasal dari julukan yang sama untuk Olympique Lillois semasa aktif. Menurut laman Footnickname, pada zamannya para penggawa Lillois terkenal sangat agresif, bahkan kasar saat bermain. Sehingga berbagai wartawan koran di Perancis menyamakan permainan mereka seperti anjing bulldog yang terkenal tidak takut menyerang dan menggigit mangsanya, termasuk manusia.

Namun penggunaan anjing bulldog sebagai identitas LOSC baru resmi dilaksanakan pada 1981, dan bertahan hingga sekarang melalui desain logo klub yang terakhir kali diganti pada 2019 lalu. Logo yang digunakan Lille saat ini berbentuk segi lima, berdasarkan bangunan mako Korps Reaksi Cepat angkatan darat militer Perancis yang terletak di kota tersebut.

Calvin Verdonk (kanan) bersama Presiden Lille OSC, Olivier Letang aat meresmikan kontrak pada Senin (1/9) di depan patung anjing mastiff/bulldog, simbol Lille OSC. (Dok. Lille OSC)
Calvin Verdonk (kanan) bersama Presiden Lille OSC, Olivier Letang aat meresmikan kontrak pada Senin (1/9) di depan patung anjing mastiff/bulldog, simbol Lille OSC. (Dok. Lille OSC)

Markas LOSC, Stadion Pierre Mauroy, terletak di perbatasan kota Lille dengan Villeneuve-d’Ascq, kurang lebih 15 menit dari pusat kota. Stadion tersebut dinamai dari mantan walikota mereka sekaligus mantan Perdana Menteri Perancis, Pierre Mauroy yang meninggal setahun setelah stadion tersebut dibuka.

Sebelumnya LOSC bermarkas di Stadion Grimonprez-Jooris, namun karena usianya yang sudah uzur dan perlu peningkatan kapasitas penonton, stadion tersebut ditinggalkan LOSC pada 2004. Sebelum akhirnya bermarkas di Stadion Pierre Mauroy pada 2012, LOSC sempat menumpang bermain di Stadion Metro Lille milik pemerintahan kota.

LOSC memiliki rivalitas kental dengan tetangga sebelah mereka, RC Lens, yang hanya terletak 30 kilometer satu sama lain. Duel mereka kerap dijuluki Derby du Nord, alias Derby Utara Perancis.

LOSC merupakan salah satu klub paling sukses di Perancis, dan salah satu yang pernah menghentikan dominasi PSG di era modern. Total LOSC memiliki empat trofi Ligue 1, enam trofi Piala Perancis, dan satu Piala Super Perancis.

Musim 2010/2011 dan 2021/2022 menjadi musim paling manis LOSC di era modern. Pada musim 2010/2011 LOSC sukses mengawinkan trofi Ligue 1 dengan Piala Perancis, sementara satu dekade kemudian, LOSC jadi juara perdana Piala Super Perancis plus mengembalikan trofi Ligue 1 ke lemari piala mereka.

Di luar LOSC, Lille juga merupakan tempat kelahiran banyak pesepak bola unggul asal Perancis. Salah satu yang paling dikenal publik sepak bola modern adalah Raphael Varane, mantan penggawa Real Madrid yang menyatakan pensiun tahun lalu setelah mengalami cedera parah saat membela Como di Serie A. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bulldog #Lille OSC #ligue 1 #pasar thrifting #Anjing Bulldog #indonesia #LOSC #pasar kaget #lille #Sepak Bola #pasar kota #Timnas Indonesia #kota lille #patrick kluivert #anjing #perancis #liga perancis #Calvin Verdonk