Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Arab Saudi Kini Punya AI Islami: Humain Chat Bisa Berbahasa Arab, Dikembangkan Dengan Nilai Islam

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 29 Agustus 2025 | 02:18 WIB
(Dok. Humain)
(Dok. Humain)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mungkin saat Anda menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk fungsi percakapan atau chatting, Anda mungkin khawatir jika pendapat yang dikemukakan oleh sistem AI bertentangan dengan syariat Islam. Jangan khawatir, karena kini sudah ada AI yang dibentuk dan paham dengan syariat dan nilai agama Islam.

Perusahaan asal Arab Saudi, Humain resmi meluncurkan chatbot milik mereka dengan nama Humain Chat pada Senin (25/8). Tidak hanya pandai berbahasa Arab, Humain Chat dirancang dengan pertimbangan nilai-nilai Islam, serta kebudayaan Jazirah Arab.

 “Kami membuktikan bahwa teknologi kompetitif global bisa berakar pada bahasa, infrastruktur, dan nilai-nilai kami sendiri. AI ini dibangun di Arab Saudi oleh talenta Saudi,” jelas CEO Humain, Tareq Amin sebagaimana dikutip dari Bloomberg.

Humain Chat dirancang oleh 120 pakar AI asal Arab Saudi, dengan setengahnya terbentuk dari ilmuwan perempuan.  Pengembangan Humain Chat merupakan produk turunan dari model bahasa besar (LLM) ALLaM 34B, dengan Humain mengklaim LLM ini memuat lebih dari 380 miliar kosa kata Bahasa Arab, dan memiliki pengetahuan dari sekitar 394 ribu literatur Arab.

Tentu, pengetahuan ALLaM yang dapat diandalkan dalam Humain Chat tidak hanya terpaku pada Bahasa Arab baku, serta literatur kerajaan Arab Saudi saja. Humain juga mengklaim chatbot mereka dapat memahami dan berdialog dalam berbagai dialek khas Jazirah Arab, misal Mesir, Lebanon, negara-negara teluk seperti Qatar dan Bahrain, dan masih banyak lagi. Tentu, Humain Chat juga dapat digunakan dalam Bahasa Inggris sebagaimana chatbot lain.

“Karena selama ini tidak ada basis data yang dapat mengerti agama, budaya, dan politik untuk membentuk batasan moral. Sehingga yang menarik adalah ALLaM dan Humain Chat dikembangkan dari nol untuk memenuhi unsur tersebut,” jelas Tareq kepada CNBC Middle East.

“Saat ini Humain memiliki pengetahuan sebanyak 15 dialek, dan kami masih mengembangkan lebih banyak lagi melalui pelatihan suara. Dengan ini diversifikasi data yang diperoleh dapat memperkaya pengalaman pengguna,” tambah Tareq, yang berasal dari Yordania dan tumbuh besar di Amerika Serikat.

Diluncurkannya Humain Chat menjadi langkah besar bagi Arab Saudi melalui Humain dan Otoritas Data dan AI Arab Saudi (SDAIA) untuk mengikuti persaingan teknologi kecerdasan buatan. Selain membentuk LLM sendiri, Humain berencana membentuk basis data sendiri dan pusat data mandiri dengan target penyelesaian pada 2030 mendatang.

“Target kami jelas, kami ingin menjadi penyedia AI terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Tiongkok,” ungkap Tareq.

Sama seperti kebanyakan chatbot, Humain Chat dapat digunakan melalui apliksi berbasis browser internet. Selain itu tersedia juga aplikasi khusus untuk Apple dan Android, yang bakal segera dirilis untuk pengguna di luar Jazirah Arab. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#syariat islam #arab saudi #kecerdasan #Model Bahasa Besar #Islami #kecerdasan buatan #arab #teknologi #bahasa arab #Jazirah Arab #humain #islam #literatur #humain chat #ai #chatbot #agama islam