RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salah satu perlombaan yang sering dilombakan pada perlombaan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia adalah balap bakiak. Balap lari ini beda dengan balap lari kebanyakan, karena peserta dituntut untuk mengenakan bakiak alias sandal kayu yang terhubung menjadi satu untuk semua penggunannya.
Sehingga kekompakan dalam setiap langkah menjadi kunci kemenangan dalam perlombaan satu ini. Sekali salah komando, sandal bisa rusak atau bahkan lebih kocak lagi, semua penggunanya saling berjatuhan.
Lomba balap bakiak masih populer hingga kini karena tergolong sebagai salah satu perlombaan 17 Agustus yang tidak hanya populer, namun juga mudah untuk dipersiapkan. Bahan-bahan yang diperlukan juga tidak banyak dan tidak mahal.
Bahan dan peralatan untuk membuat bakiak:
- Kayu tebal, jenis kayu bebas
- Ban motor atau mobil bekas
- Paku
- Palu
- Gunting
- Gergaji
- Amplas
- Cat kayu, jika ingin bakiak berwarna
Cara membuat bakiak:
- Potong kayu memanjang untuk digunakan sebagai alas kaki. Ukuran ideal bakiak adalah panjang 100 cm, lebar 9 cm dan tebal 3 cm, namun dapat disesuaikan sesuai kayu yang dijadikan bahan.
- Agar tidak sakit dan kasar saat dipakai, amplas kayu alas kaki yang sudah dipotong hingga halus.
- Jika ingin membuat bakiak berwarna, cat alas kaki dengan cat kayu terlebih dulu dan keringkan sebelum ke langkah selanjutnya.
- Potong ban mobil dalam bentuk persegi panjang. Tinggi potongan ban mobil setidaknya 2-3 cm, sementara panjang potongan menyesuaikan lebar alas kaki. Jika ragu, ukur dengan punggung kaki sendiri.
- Paku ban ke kayu alas kaki untuk membentuk penahan punggung kaki. Hati-hati, jangan sampai paku menembus permukaan alas kaki.
- Coba bakiak yang telah dibuat sebelum digunakan untuk keperluan perlombaan. Hias kembali bakiak jika perlu.
Karena bahannya yang kuat dan awet, bakiak dapat digunakan untuk perlombaan 17 Agustus tidak hanya satu kali saja, bahkan bisa untuk perayaan bertahun-tahun. Jika ingin menggunakan bakiak kembali utnuk perayaan berikutnya, simpan bakiak dengan rapi dengan bungkus kertas koran atau plastik, dan jauhkan dari tempat-tempat yang berpotensi dihinggapi rayap atau tempat lembap. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana