RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mungkin salah satu hal yang dapat disetujui oleh masyarakat Indonesia adalah sambal merupakan pendamping makan terbaik yang pernah ada. Meskipun tidak semua orang suka makan sambal, tidak dapat dipungkiri sambal telah menjadi bagian vital dari kuliner Indonesia.
Hampir setiap daerah memiliki jenis sambal yang khas, tidak hanya dari segi rasa, tetapi juga cara pengolahan dan bahan bakunya. Dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan hasil bumi, Indonesia memiliki ratusan jenis sambal yang berkembang secara turun-temurun.
Sambal umumnya dibuat dari campuran cabai, garam, bawang, dan bahan tambahan lain seperti tomat, terasi, atau jeruk limau. Menurut studi dari Journal of Ethnic Foods (2016), cabai mengandung senyawa aktif capsaicin yang memiliki manfaat antioksidan, meningkatkan metabolisme, serta membantu mengurangi peradangan.
Sambal Terasi
Sambal ini dibuat dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi (fermentasi udang atau ikan), dan tomat. Terasi memberikan rasa umami yang kuat, sementara cabai menciptakan sensasi pedas yang menggugah selera.
Selain itu, kadang beberapa daerah punya perbedaan pengolahan sambal. Misal di Bali, terasi sering dibakar terlebih dahulu untuk menambah aroma, sedangkan di Jawa Barat cenderung manis karena tambahan gula merah.
Sambal Matah
Sesuai namanya, sambal yang berasal dari bali ini disajikan mentah, kurang lebih sama seperti salsa di negara Amerika Tengah dan Latin, sehingga punya aroma dan cita rasa alami yang kental. Bahan utamanya adalah cabai rawit, bawang merah, serai, daun jeruk, dan minyak kelapa.
Secara tradisional, sambal ini sering disajikan dengan ikan bakar atau ayam betutu. Namun dewasa ini banyak kafe dan restroan cepat saji yang menawarkan menu dengan sambal matah sebagai teman makan.
Sambal Dabu-dabu
Sambal khas Manado ini terdiri dari cabai rawit, bawang merah, tomat, jeruk nipis, dan sedikit gula. Serupa dengan sambal matah dan salsa, sambal dabu-dabu disajikan tanpa diolah lebih lanjut.
Sambal ini sering disajikan sebagai pendamping menu berbasis ikan, seperti ikan bakar, rica cakalang, bubur manado dan banyak lagi. Perpaduan rasa pedas, asam, dan segar membuatnya cocok dengan makanan laut.
Sambal Cibiuk
Sambal ini merupakan olahan khas Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sambal cibiuk berbahan dasar tomat (merah dan hijau sama-sama dapat dipakai), cabai, kencur dan daun kemangi.
Terkadang terasi juga turut ditambahkan dalam sambal cibiuk. Uniknya ada mitos ringan yang melekat dengan sambal ini, yakni masyarakat lokal tidak akan sakit perut sebanyak apapun sambal cibiuk yang disantap.
Sambal Andaliman
Sesuai namanya, sambal andaliman menggunakan andaliman atau merica Batak sebagai bahan dasarnya. Sambal khas wilayah Toba ini juga masih menggunakan cabai sebagai bahan dasar makanan.
Ditambah dengan bawang dan kemiri, sambal ini punya aroma ekstra kuat dan rasa yang membuat tidak hanya membuat berkeringat, namun juga menggigit lidah. Sambal ini bersifat flaksibel dan dapat digunakan untuk berbagai masakan, termasuk olahan ikan dan ayam.
Sambal Bajak
Turunan dari sambal terasi, sambal khas Jawa Tengah dan Jawa Timur ini berfokus pada penggunaan bawang merah dan putih yang melimpah. Konon, sambal ini menjadi andalan ibu-ibu yang menyiapkan makanan bagi suami mereka yang sedang membajak sawah.
Agar para petani dapat melanjutkan pekerjaan tanpa mengeluh mulas, kandungan bawang dan terasi sengaja diperbanyak agar cita rasa sambal tetap terasa, namun tidak terlalu pedas. Selain itu cabai yang digunakan juga merupakan cabai dengan tingkat kepedasan sedang, namun masih memberikan warna mencolok, seperti cabai merah keriting.
Sambal Tempoyak
Sambal yang berasal dari Palembang dan Jambi ini sangat unik, karena selain cabai, petai dan durian fermentasi juga digunakan dalam resep. Sehingga tidak hanya pedas, ada rasa asam dan manis yang mencuat dari sambal ini.
Fermentasi durian juga sangat sederhana, yakni daging durian ditaburi garam dan disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa hari. Saking uniknya, resep sambal tempoyak telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Sambal Balado
Salah satu sambal yang juga akrab bagi masyarakat modern Indonesia, sambal asal Minangkabau ini merupakan salah satu sambal yang mudah untuk diolah. Yakni dengan memasak cabai giling dengan bawang dan jeruk nipis.
Namun berbeda dengan sambal lain yang dapat disajikan secara terpisah, sambal balado lebih sering digunakan sebagai bahan penyedap makanan. Umumnya, balado digunakan untuk olahan ikan, ayam dan dendeng sapi. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana