RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi salah satu pusat dinamika fashion hijab global. Tren gaya hijab di Indonesia pada tahun 2025 mencerminkan pergeseran yang signifikan menuju gaya yang lebih fungsional, praktis dan inklusif.
Tidak hanya itu, brand lokal juga semakin gencar menjualbelikan hijab ramah lingkungan. Hijab-hijab tersebut tentu nampak sama seperti hijab konvensional, namun diproduksi dengan bahan-bahan ramah lingkungan atau daur ulang.
Hijab Adem dengan Material Ramah Lingkungan
Survei yang dilakukan oleh Islamic Fashion Institute pada awal 2025 menunjukkan bahwa 65 persen wanita Muslim Indonesia lebih memilih hijab berbahan organik atau daur ulang. Beberapa merek lokal seperti Zahra dan Elzatta telah meluncurkan koleksi hijab dari katun organik dan tencel, serat berbasis kayu yang ramah lingkungan.
Selain itu, inovasi material seperti kain anti-bakteri dan anti-UV yang sebelumnya populer di segmen olahraga kini mulai diadopsi secara lebih luas, terutama oleh perempuan aktif di perkotaan. Dengan ini hijab yang dipakai lebih ringan dan adem untuk digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan.
Menuju Gaya Minimalis dan Simpel, Produk Instan Kian Diminati
Tren hijab di Indonesia mengalami pergeseran dari gaya bertumpuk dan aksesori berlebih ke arah tampilan yang lebih minimalis. Model hijab segi empat polos dan pashmina berbahan ringan menjadi pilihan utama karena praktis dan cocok untuk aktivitas sehari-hari.
Gaya instant hijab atau hijab siap pakai juga semakin diminati, terutama oleh perempuan yang sibuk. Produk seperti Hijab Instan by Ria Miranda dan Zoya Instant Hijab laris di pasaran karena kepraktisannya.
Warna Monokrom dan Netral yang Praktis dan Kalem
Pilihan warna juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya warna pastel dan motif ramai menjadi tren, tahun 2025 didominasi oleh warna netral seperti beige, abu-abu, cokelat tua, olive, sage green dan hitam. Hal ini sejalan dengan tren busana muslim secara global yang mementingkan kepraktisan dan kecocokan penggunaan di berbagai situasi.
Motif hijab juga mengalami perubahan. Pola geometris minimalis dan abstrak yang terinspirasi dari seni Islam klasik semakin populer, menggantikan motif floral yang sempat mendominasi tahun-tahun sebelumnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana