
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus kebakaran lahan hutan di Bojonegoro melonjak tajam sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, tercatat sudah terjadi 22 kali kebakaran, jauh lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya satu kejadian.
Berdasarkan data Perum Perhutani KPH Bojonegoro, dari total 22 kejadian tersebut, sebanyak 14 kebakaran terjadi di kawasan hutan yang dikelola Perhutani, sedangkan delapan kejadian lainnya berada di lahan garapan masyarakat (andil).
Wakil Administratur (Adm) Perhutani KPH Bojonegoro Kiswanto mengatakan, mayoritas kebakaran diduga dipicu ulah oknum yang sengaja membakar serasah atau sisa limbah panen tanaman palawija. Api kemudian merambat hingga membakar kawasan hutan.
Baca Juga: 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Telah Salurkan 51 Tangki Juga Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan
"Kebakaran sengaja dilakukan oleh orang atau pelaku yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Akibat rentetan kebakaran tersebut, Perhutani mencatat kerugian material mencapai sekitar Rp 2,9 juta.
Untuk menekan risiko kebakaran, Perhutani mengintensifkan patroli pencegahan di kawasan hutan. Selain itu, petugas juga rutin menggelar komunikasi sosial (komsos) kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun lahan garapan.
Upaya lain yang dilakukan yakni memasang papan larangan dan imbauan di titik-titik rawan kebakaran, serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
"Kami juga berkoordinasi dengan Damkarmat untuk meminta bantuan apabila terjadi kebakaran," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Damkarmat Bojonegoro, hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 226 kejadian kebakaran di berbagai lokasi. Kebakaran lahan pekarangan menjadi yang paling dominan dengan 84 kejadian, disusul jenis kebakaran lainnya. Adapun kebakaran lahan hutan menempati urutan keempat dengan total 22 kejadian. (irv/zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




