RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah membuka kesempatan untuk tender apparel atau penyedia jersey Tim Nasional Indonesia, PSSI melalui perusahaan mereka, PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) resmi menutup pendaftaran tender pada Rabu (16/7) lalu. Dari sekian banyak peserta, terdapat tujuh brand atau merek pakaian yang dinyatakan lolos dan diminta menyiapkan presentasi tender untuk periode penggunaan 2026-2030.
Dari tujuh brand terpilih, tiga diantaranya berasal dari Indonesia, yakni Erspo sebagai penyedia saat ini, Riors, dan Masagi. Sementara empat sisanya berasal dari luar negeri, yakni Adidas, Puma, Kelme dan Warrix.
PSSI dan PT GSI meminta para peserta mengumpulkan proposal pada 21 Juli mendatang, sebelum presentasi dilakukan pada 22 hingga 25 Juli. “Seluruh proses tender berlangsung secara independen, transparan, dan mengedepankan prinsip kompetisi yang adil”, klaim PSSI.
Adidas (Jerman)
Tidak hanya publik sepak bola, masyarakat dunia tentu sudah banyak mengenal perusahaan penyedia peralatan dan pakaian olahraga asal Jerman ini. Adidas juga punya sejarah kental dengan Indonesia, berperan sebagai penyedia jersey timnas hingga 2005, serta menjadi penyedia jersey untuk empat tim Liga Kansas (Kini BRI Super League) pada pertengahan 1990-an.
Posisi Adidas di era modern Indonesia juga diperkuat dengan kesepakatan baru mereka bersama I-League untuk BRI Super League dan Pegadaian Championship musim depan. Menggantikan Specs, brand berlogo tiga garis tersebut bakal menyuplai bola sepak dan pakaian wasit.
Puma (Jerman)
Layaknya takdir, brand yang tercipta dari perselisihan kakak-beradik pendiri Adidas ini juga turut bersaing untuk tender jersey Timnas Indonesia. Puma sempat menyediakan jersey juga untuk Timnas Indonesia, namun hanya untuk satu turnamen, yakni Asian Games 2006 sebagai bagian dari kontingen olimpiade tersebut.
Di luar momen tersebut, Puma belum pernah menyediakan pakaian dan peralatan untuk klub Liga Indonesia. Namun tawaran untuk mengenakan pakaian serupa seperti yang dipakai Manchester City dan AC Milan tentu susah ditolak.
Kelme (Spanyol)
Didirikan pada 1963, Kelme merupakan salah satu penyedia pakaian dan peralatan olahraga yang mulai populer dikenakan di dunia sepak bola beberapa tahun terakhir. Dewasa ini, Kelme sering merambah pasar Asia untuk menjajakan pakaian mereka, baik untuk level klub maupun timnas.
Meskipun belum pernah menyuplai jersey untuk Timnas Indonesia, produk Kelme sudah akrab di lingkup sepak bola Indonesia. Beberapa klub seperti Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar pernah mempercayakan jasa Kelme untuk jersey mereka.
Warrix (Thailand)
Warrix merupakan salah satu brand spesialis olahraga di Asia Tenggara. Selain di negeri mereka sendiri, Myanmar juga pernah memanfaatkan pakaian dari brand yang baru berusia 12 tahun tersebut.
Menariknya, Warrix sempat menyuplai jersey Timnas Indonesia pada 2020 lalu, namun hanya sebentar. Dorongan publik dan pemangku kebijakan PSSI untuk menggunakan merk lokal membuat penyuplai jersey berganti ke Mills.
Erspo (Jakarta Selatan)
‘Juara bertahan’ saat ini, Erspo juga turut terpilih untuk memberikan presentasi program jersey baru mereka. Produk yang merupakan anak perusahaan pakaian Erigo tersebut telah menyuplai jersey Timnas Indonesia sejak 2024 silam, menggantikan Mills.
Sejak dibentuk pada 2023 (dan masih berlabel Erigo), Erspo menyediakan jersey secara eksklusif untuk Timnas Indonesia. Kontrak Erspo dengan PSSI berlangsung hingga Februari 2026 mendatang.
Riors (Tangerang)
Riors juga merupakan salah satu brand lokal yang mulai mengukir kiprah di kancah sepak bola Indonesia. Setelah cukup lama menyuplai jersey untuk beberapa klub Liga Indonesia, kini Riors mencoba peruntungan di tingkat Timnas.
Riors terkenal sebagai penyuplai jersey untuk PSIS Semarang sejak 2017 hingga 2024, sebelum berganti penyedia ke DRX. Selain itu, Riors pernah menyulai jersey untuk Barito Putera, Ousamania Borneo, Persiba Balikpapan, Persita Tangerang, plus satu klub luar negeri, yakni Kaya FC-Iloilo asal Filipina.
Masagi (Bandung)
Dari seluruh peserta tender yang terpilih, Masagi jadi yang paling misterius dan penuh tanda tanya. Bagaimana tidak, Masagi bahkan tidak bergerak di bidang olahraga, namun di bidang hiburan sebagai Event Organizer. Namun mereka punya pengalam di bidang olahraga sebagai organizer Asian Games 2018 di Jakarta.
Karena itu, spekulasi yang beredar, Masagi bakal menggandeng brand olahraga sebagai penyedia pakaian atas nama perusahaan mereka. Tentu, menarik untuk dilihat bagaimana strategi tersebut diterima oleh PT GSI. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana