Kenali 4 Tipe Kepribadian Menurut Hippocrates: Masih Relevan di Zaman Modern?
Hakam Alghivari• Selasa, 15 Juli 2025 | 13:35 WIB
Ilustrasi kepribadian.
Kepribadian, Kunci Memahami Diri dan Orang Lain
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Apa kamu pernah bertanya-tanya, kenapa ada orang yang mudah tersinggung, sementara yang lain tampak tenang dalam situasi apa pun? Atau kenapa temanmu bisa bercerita dengan penuh semangat, sementara kamu lebih suka menyimak dan berpikir sebelum bicara? Jawaban dari semua itu bisa jadi ada pada tipe kepribadian.
Salah satu teori kepribadian tertua dalam sejarah datang dari seorang tokoh Yunani kuno, Hippocrates, yang dikenal sebagai "Bapak Kedokteran". Teorinya membagi manusia menjadi empat tipe dasar: melankolis, koleris, sanguinis, dan plegmatis. Meskipun teori ini lahir ribuan tahun lalu, banyak orang masih menggunakannya untuk mengenali diri dan memahami dinamika sosial.
Mari kita telusuri satu per satu tipe kepribadian ini, serta bagaimana aplikasinya di era modern.
1. Melankolis: Si Perfeksionis yang Sensitif
Ciri Umum:
Cenderung serius, analitis, dan mendalam.
Perfeksionis, memperhatikan detail kecil.
Emosional dan mudah merasa cemas atau khawatir.
Sangat setia dan penuh empati terhadap orang lain.
Melankolis adalah tipe kepribadian yang sering digambarkan sebagai pemikir dan perasa. Mereka suka ketertiban dan sering merasa tidak nyaman dalam kekacauan. Dalam hubungan sosial, mereka bisa sangat perhatian dan setia, tetapi juga mudah merasa tersinggung.
Dalam dunia kerja, orang melankolis cocok menjadi penulis, akuntan, arsitek, atau seniman, karena mereka tekun dan memiliki standar tinggi. Namun, tantangan terbesar mereka adalah overthinking dan rasa takut gagal.
2. Koleris: Si Pemimpin yang Tegas
Ciri Umum:
Ambisius, berorientasi pada tujuan.
Penuh percaya diri dan suka mengontrol.
Tegas dalam mengambil keputusan.
Tidak terlalu emosional atau sensitif.
Koleris adalah tipe kepribadian yang dominan dan cenderung menjadi pemimpin alami. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan berusaha mencapainya dengan segala cara. Koleris tidak suka basa-basi dan lebih suka berbicara to the point.
Dalam dunia profesional, koleris sangat cocok menjadi manajer, pengusaha, atau pemimpin proyek, karena mereka tangguh dan mampu mengambil keputusan cepat. Namun, mereka perlu belajar untuk lebih mendengarkan orang lain dan tidak terlalu kaku.
3. Sanguinis: Si Ceria dan Penuh Energi
Ciri Umum:
Ramah, ceria, dan suka bersosialisasi.
Ekspresif dan spontan.
Mudah bosan, kurang disiplin.
Penuh semangat dan suka menjadi pusat perhatian.
Sanguinis adalah tipe kepribadian yang paling ekstrovert. Mereka senang berbicara, mudah bergaul, dan bisa mencairkan suasana dalam hitungan detik. Dalam keseharian, mereka dikenal sebagai penghibur dan pembawa suasana.
Profesi yang cocok untuk sanguinis antara lain public relations, presenter, event organizer, atau profesi yang menuntut interaksi sosial tinggi. Meski begitu, mereka perlu mengembangkan disiplin dan konsistensi, karena sering kehilangan fokus.
4. Plegmatis: Si Pendamai yang Kalem
Ciri Umum:
Tenang, sabar, dan tidak mudah marah.
Cenderung pasif, tidak suka konflik.
Mudah beradaptasi dan setia.
Lebih suka mendukung daripada memimpin.
Plegmatis adalah tipe kepribadian yang damai dan stabil. Mereka tidak suka drama, memilih untuk menghindari konflik, dan sering menjadi penengah dalam kelompok. Meskipun terkesan pasif, mereka memiliki keteguhan hati dan daya tahan luar biasa.
Dalam dunia kerja, plegmatis cocok menjadi guru, konselor, tenaga kesehatan, atau profesi yang membutuhkan empati dan ketenangan. Tantangan mereka adalah belajar mengambil inisiatif dan tidak hanya mengikuti arus.
Apakah Teori Ini Masih Relevan?
Meskipun teori Hippocrates tidak sekompleks teori modern seperti Big Five Personality Traits atau MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), ia tetap berguna sebagai kerangka dasar untuk memahami pola perilaku manusia.
Penelitian modern mengakui bahwa kepribadian seseorang jauh lebih kompleks dan bisa berubah tergantung konteks, pengalaman, dan lingkungan. Namun, banyak pelatih pengembangan diri dan konsultan kepribadian masih merujuk pada empat tipe ini sebagai pendekatan awal yang mudah dipahami.
Cara Mengenali Tipe Kepribadianmu
Kamu bisa mulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut:
Apakah kamu lebih suka memimpin atau mendukung?
Apakah kamu cenderung menghindari konflik atau menghadapi langsung?
Apakah kamu perfeksionis atau spontan?
Bagaimana kamu mengatur waktu dan emosi?
Ingat, setiap orang bisa memiliki kombinasi dari beberapa tipe. Misalnya, kamu bisa dominan melankolis tapi punya sisi sanguinis yang muncul saat bersama teman dekat.
Tidak Ada yang Lebih Baik, Semua Unik
Mengetahui tipe kepribadian bukan untuk membatasi diri atau melabeli orang lain, tetapi untuk memahami dan menerima keberagaman karakter. Dengan mengenal diri sendiri, kamu bisa memaksimalkan potensi, memperbaiki relasi sosial, dan memilih jalan hidup yang sesuai dengan kekuatanmu.
Jadi, dari empat tipe kepribadian menurut Hippocrates—melankolis, koleris, sanguinis, dan plegmatis—yang mana yang paling menggambarkan dirimu? (kam)