Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5 Langkah Nyata untuk Mengubah Kebiasaan Buruk yang Selalu Bikin Menyesal di Malam Hari

Hakam Alghivari • Selasa, 15 Juli 2025 | 00:56 WIB
Ilustrasi perempuan dengan perasaan yang tertahan.
Ilustrasi perempuan dengan perasaan yang tertahan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mengubah kebiasaan buruk bukan perkara mudah. Banyak orang sudah menyadari pola yang ingin mereka tinggalkan—seperti suka menunda, begadang, atau terlalu banyak mengakses media sosial. 

Namun, kesulitan dalam menerapkan perubahan yang konsisten. Faktanya, perubahan perilaku membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.

Berdasarkan kajian psikologi perilaku dan hasil penelitian dari berbagai pakar, ada sejumlah strategi yang terbukti efektif membantu seseorang membentuk pola baru yang lebih positif.

Artikel ini merangkum lima langkah yang dapat dipraktikkan secara bertahap dan realistis, tanpa perlu merasa tertekan atau bersalah.

1. Kenali Pemicu dan Pola Kebiasaan

Langkah awal dalam perubahan adalah kesadaran. Dalam bukunya The Power of Habit, Charles Duhigg menyebut bahwa setiap kebiasaan terbentuk dari tiga elemen: pemicu (cue), rutinitas (routine), dan hasil (reward).

Mengenali pola ini dapat membantu seseorang memahami konteks dari kebiasaannya—apa yang memicu perilaku tersebut, bagaimana responsnya, dan apa yang ia peroleh dari situ.

Contohnya, membuka media sosial saat merasa jenuh bukan semata-mata soal aplikasinya, tapi tentang bagaimana seseorang mencari pelarian dari rasa bosan.

2. Ubah Bukan Hilangkan: Terapkan Substitusi Positif

Kebiasaan buruk seringkali melekat karena memberikan kenyamanan. Maka, menurut pendekatan behavioral substitution, menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih adaptif dan tetap memberikan efek positif jauh lebih efektif ketimbang mencoba menghapusnya sepenuhnya.

Misalnya, jika seseorang biasa makan berlebihan saat stres, menggantinya dengan kegiatan lain seperti berjalan kaki ringan atau mendengarkan musik bisa membantu meredakan tekanan secara lebih sehat.

3. Mulai dari Langkah Kecil dan Konsisten

James Clear, penulis Atomic Habits, menekankan pentingnya membangun kebiasaan melalui perubahan kecil yang konsisten.

Konsepnya sederhana: 1% peningkatan setiap hari dapat menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang.

Daripada menetapkan target besar yang sulit dipenuhi, memulai dari langkah sederhana seperti membaca 5 menit sehari atau mematikan gawai 10 menit lebih awal sebelum tidur bisa memberi efek positif yang berkelanjutan.

4. Modifikasi Lingkungan Sekitar

Lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk perilaku. Studi dari Stanford University menunjukkan bahwa kondisi fisik di sekitar kita sering kali memengaruhi keputusan yang diambil secara otomatis, bahkan tanpa disadari.

Menata ulang meja kerja agar tidak terlalu dekat dengan camilan, atau menaruh buku di tempat yang mudah terlihat, bisa mendorong terbentuknya kebiasaan baru yang lebih sehat.

5. Gunakan Sistem Evaluasi dan Apresiasi Diri

Alih-alih bergantung pada motivasi semata, menciptakan sistem yang memberi umpan balik positif dapat membantu mempertahankan perubahan. Ini bisa berupa habit tracker, jurnal harian, atau bahkan sekadar memberi penghargaan sederhana pada diri sendiri setelah mencapai target tertentu.

Penting untuk tidak menyalahkan diri jika suatu hari gagal mempertahankan rutinitas. Evaluasi secara objektif bisa lebih membantu daripada penilaian yang bersifat personal.

Perubahan Adalah Proses, Bukan Perlombaan

Mengubah kebiasaan buruk adalah perjalanan jangka panjang. Setiap individu punya kecepatan dan tantangan masing-masing.

Dengan memahami pola perilaku, menciptakan sistem pendukung, dan memberi ruang untuk proses, perubahan bisa menjadi lebih realistis dan bertahan lama. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#Konsisten #psikologi #perubahan #kebiasaan buruk