Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sering Ngobrol Sendiri? Ini Penjelasan Psikologis dan Hubungannya dengan Kepribadian

Hakam Alghivari • Sabtu, 7 Juni 2025 | 00:25 WIB
Ilustrasi perempuan.
Ilustrasi perempuan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah kamu tanpa sadar berbicara kepada diri sendiri saat sedang sendirian? Misalnya saat kehilangan barang, merasa cemas, atau sedang memotivasi diri sebelum presentasi.

Meskipun terdengar aneh bagi sebagian orang, ternyata kebiasaan ini justru punya dasar psikologis yang kuat dan berkaitan dengan aspek kepribadian tertentu.

Ngobrol Sendiri = Tanda Pikiran yang Aktif dan Terorganisir

Berbicara kepada diri sendiri dikenal dalam psikologi sebagai self-talk. Ini adalah bentuk komunikasi internal yang bisa terjadi secara diam-diam dalam pikiran atau secara verbal.

Penelitian dalam Frontiers in Psychology (2021) menyebutkan bahwa self-talk membantu seseorang mengatur emosi, fokus, dan bahkan mengontrol perilaku di situasi sulit.

Psikolog Ethan Kross dari University of Michigan menjelaskan bahwa self-talk merupakan bentuk self-regulation—kemampuan mengendalikan reaksi emosional dan mengambil keputusan dengan lebih rasional.

Bahkan, menyebut nama sendiri dalam self-talk seperti “Ayo, kamu bisa!” diketahui lebih efektif dalam meredakan stres dibanding berbicara dalam bentuk ‘aku’.

Kepribadian Reflektif dan Sadar Diri

Orang yang sering berbicara dengan dirinya sendiri cenderung memiliki kepribadian yang reflektif, introspektif, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Ini berhubungan dengan aspek kepribadian dalam teori Big Five, khususnya openness to experience dan emotional stability.

Menurut Dr. Paloma Mari-Beffa, dosen psikologi di Bangor University, berbicara kepada diri sendiri bisa membantu menyusun pikiran yang kacau dan memecahkan masalah lebih sistematis. Jadi, jika kamu punya kebiasaan seperti ini, itu bisa menjadi pertanda kamu memiliki keterampilan berpikir yang mendalam dan terstruktur.

Self-talk Sebagai Bentuk Perawatan Diri

Lebih dari sekadar kebiasaan, self-talk bisa menjadi cara untuk merawat kondisi mental. Saat seseorang berbicara pada dirinya sendiri dengan kalimat yang penuh pengertian—misalnya “Aku sedang lelah, dan itu tidak apa-apa”—hal ini termasuk bentuk self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri.

Penelitian dari Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa orang yang memiliki gaya self-talk positif cenderung lebih tahan terhadap tekanan, tidak mudah menyalahkan diri, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih stabil.

Kesimpulan: Bukan Hal Aneh, Justru Tanda Adaptasi yang Sehat

Meskipun sering dianggap aneh atau lucu, berbicara kepada diri sendiri adalah mekanisme alami dari otak untuk membantu kita berpikir lebih jernih.

Selama kebiasaan ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau mengarah pada delusi, self-talk merupakan ciri dari pikiran yang aktif, sadar diri, dan mampu beradaptasi.

Jadi, jika kamu termasuk orang yang suka berbicara pada diri sendiri, itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Justru bisa jadi salah satu bentuk kecerdasan emosional yang penting dalam kehidupan sehari-hari. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#psikologi #Kesehatan Mental #kepribadian #self talk