Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Tanda Remaja Perempuan Menyukai Seseorang Tapi Menyembunyikannya, Menurut Pandangan Psikologi

Hakam Alghivari • Jumat, 18 April 2025 | 00:49 WIB
Ilustrasi perempuan yang memiliki rasa pada lawan jenis, tetapi merahasiakannya.
Ilustrasi perempuan yang memiliki rasa pada lawan jenis, tetapi merahasiakannya.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masa remaja adalah fase kehidupan yang penuh dinamika—diwarnai oleh pertumbuhan fisik, ledakan emosi, serta pencarian identitas diri. Dalam fase ini, perasaan tertarik kepada lawan jenis mulai tumbuh secara alami. Bagi banyak remaja perempuan, cinta pertama bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang bagaimana cara mereka memahami dan mengelola perasaan tersebut di tengah tekanan sosial yang kompleks.

Namun, tidak semua perasaan itu diungkapkan secara terbuka. Banyak remaja perempuan lebih memilih memendam perasaannya karena berbagai alasan seperti malu, takut ditolak, atau khawatir dianggap terlalu agresif. Alih-alih bicara secara langsung, ketertarikan ini lebih sering diekspresikan melalui sinyal-sinyal emosional dan tindakan kecil yang hanya dapat ditangkap oleh mata yang jeli.

Dikutip dan disarikan dari Verywell Mind serta berbagai teori psikologi perkembangan seperti yang dijelaskan oleh Lisa Damour dan Albert Mehrabian, remaja sering menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenis melalui cara-cara halus yang tidak langsung. Bahasa tubuh, perubahan gaya komunikasi, hingga ekspresi emosional yang ambigu menjadi saluran utama untuk mengekspresikan perasaan, terutama ketika rasa tersebut masih dipendam karena ketidakpastian atau rasa malu.

1. Perubahan Bahasa Tubuh Saat Berada di Dekat Orang yang Disukai

Menurut Albert Mehrabian, lebih dari 50% makna komunikasi ditangkap melalui bahasa tubuh. Perempuan remaja yang menyukai seseorang biasanya menunjukkan gestur seperti menyentuh rambut, gugup, atau duduk dengan arah tubuh menghadap ke pria yang disukai. Kontak mata yang cepat namun berulang juga menjadi ciri khas ekspresi perasaan yang disimpan diam-diam.

2. Peningkatan Kesadaran Penampilan

Remaja perempuan yang sedang jatuh cinta cenderung lebih memperhatikan penampilan mereka, terutama saat tahu akan bertemu dengan pria yang disukai. Hal ini merupakan bentuk impression management, sebagaimana dijelaskan oleh Erving Goffman, yakni upaya untuk mengontrol bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang lain—tanpa harus mengatakan secara langsung bahwa mereka menyukai seseorang.

3. Komunikasi Tidak Langsung Lewat Media Sosial

Media sosial menjadi ruang ekspresi terselubung. Menyukai unggahan pria yang disukai, mengunggah story dengan kutipan romantis, atau mengomentari hal-hal kecil bisa menjadi tanda ketertarikan yang tidak diutarakan secara langsung. Fenomena ini disebut emotional broadcasting, yaitu menyampaikan sinyal emosi secara publik namun ambigu.

4. Cemburu yang Tidak Diakui

Menurut Dr. Lisa Damour, remaja yang belum stabil secara emosional cenderung memendam rasa cemburu daripada mengungkapkannya. Mereka bisa terlihat murung atau menjauh saat pria yang disukai dekat dengan perempuan lain, namun tidak pernah mengakuinya. Cemburu ini adalah ekspresi emosi yang tertahan dan menjadi indikator bahwa ada perasaan yang belum tersampaikan.

5. Mencari Informasi Lewat Teman

Sikap penasaran tanpa keterlibatan langsung juga menjadi ciri khas. Remaja perempuan bisa menanyakan kabar pria yang disukai melalui teman-temannya, mengikuti aktivitas si pria dari kejauhan, atau mencoba hadir di tempat-tempat yang sama. Ini merupakan strategi perlindungan diri yang disebut indirect approach dalam psikologi sosial.

6. Menghindari Topik Perasaan

Mengalihkan pembicaraan saat ditanya soal kedekatan atau perasaan terhadap seseorang adalah bentuk pertahanan diri yang umum. Dr. David Elkind menyebutnya sebagai adolescent egocentrism, yaitu keyakinan bahwa pengalaman mereka unik dan penuh risiko sosial, sehingga mereka merasa perlu menyembunyikannya dari orang lain.

7. Menciptakan Kesempatan 'Kebetulan'

Remaja perempuan juga sering menciptakan situasi seolah “kebetulan bertemu”—misalnya, ikut kegiatan yang sama atau sengaja duduk berdekatan di kelas. Ini adalah bentuk prosocial signaling, yaitu pendekatan sosial tidak langsung untuk menciptakan koneksi sambil menjaga citra diri agar tetap aman dari kemungkinan penolakan. (nnd/mgg)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Perempuan #psikologi #perasaan #menyukai