RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wisata Gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo menjadi salah satu destinasi favorit selama di tengah libur Lebaran.
Sebab, selain berbasis wisata edukasi, sebagian besar pengunjung memburunya untuk oleh-oleh.
Abdul Ghofur, Pengelola Wisata Gerabah mengatakan, jika pada hari biasa wisata gerabah kerap dikunjungi untuk study tour dari TK sampai SMA.
Namun, jika musim libur Lebaran, lebih banyak yang mencari buah tangan. ‘’Banyak yang ke sini (wisata gerabah) untuk mencari oleh-oleh,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu bisa membuat para perajin gerabah meraih omzet tinggi, sebab di setiap Ramadan tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.
‘’Paling ramai itu kalau musim liburan, bulan Desember itu full. Kecuali saat Ramadan,’’ ujarnya.
Menurutnya, gerabah yang diproduksi di Desa Wisata Edukasi Gerabah Rendeng tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran, seperti cobek, mangkuk, cangkir, piring, patung, celengan dan dekorasi lainnya. ‘’Paling laku itu yang bentuk celengan, dimulai dari harga Rp 10 ribu,” imbuhnya.
Suyanti, salah satu pengunjung asal Desa Manukan, Kecamatan Gayam, mengungkapkan, meski wisata gerabah ini tidak jauh dari rumahnya. Namun, ia sering mengantarkan pemudik setiap Lebaran. ‘’Kalau saudara yang jauh-jauh, tertarik karena harganya murah,” ungkapnya.
Diketahui, wisata berbasis edukasi itu mulai dikelola pada 2015 dengan dukungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dikembangkan oleh Karang Taruna Satria Muda, bertujuan sebagai wadah bagi kreativitas masyarakat setempat. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana