RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warung Mbah Sakinah merupakan sebuah warung sederhana di pinggir sawah turut Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo. Warung ini buka setiap hari dari pukul 05.00 WIB hingga siang. Dan, dikenal sebagai tempat favorit warga untuk sarapan dan ngopi sebelum memulai aktivitas mereka.
Menu andalan di Warung Mbah Sakinah adalah nasi pecel. Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 per porsi. Pengunjung sudah bisa menikmati sepiring nasi hangat lengkap dengan aneka sayuran segar dan sambal kacang yang khas.
Pecel di sini dikenal enak, dengan sambal kacang yang punya rasa gurih dan khas, membuatnya pas untuk menemani pagi hari. Tidak hanya pecel, kopi panas di Warung Mbah Sakinah juga menjadi favorit para pengunjung, terutama para petani yang hendak berangkat ke sawah.
Mereka biasanya mampir untuk menikmati secangkir kopi hitam sebelum bekerja, atau sekadar mengobrol santai. Suasana di warung ini terasa hangat dan akrab, menciptakan nuansa kekeluargaan yang khas perdesaan.
Biasanya yang datang ke sini pagi-pagi itu ya orang-orang yang mau sarapan sebelum beraktivitas atau mau ngopi dulu sebelum ke sawah,” cerita Mbah Sakinah, sang pemilik warung.
Ia selalu menyambut para pengunjung dengan senyuman ramah dan sapaan hangat, membuat siapa saja yang datang merasa seperti di rumah sendiri. Lokasi warung yang strategis di tepi sawah membuat suasana semakin asri dan sejuk, terutama di pagi hari.
Warung Mbah Sakinah tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang untuk bercengkerama dan berbagi cerita di antara para petani dan warga setempat. Mereka menikmati suasana pagi yang tenang sambil merencanakan pekerjaan hari itu.
Keberadaan Warung Mbah Sakinah ini membuktikan, bahwa tempat sederhana dengan suasana alami bisa menjadi magnet bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang menginginkan suasana santai jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dengan pemandangan sawah yang hijau dan harga makanan yang bersahabat, warung ini menjadi alternatif menarik bagi siapa saja yang ingin menikmati sarapan dengan suasana pedesaan yang khas. (fra/bgs)
Editor : Hakam Alghivari