RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rindangnya pepohonan di sekitarnya serta dipadukan dengan luasnya waduk menyajikan keasrian wisata Waduk Pedang. Wisata ini terletak di Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam perjalanan menemukan potensi wisata ini, menurut Samudi selaku Kepala Desa Kepohkidul, bahwa wisata tersebut bermula dari kepemimpinan Bupati Kang Yoto. Yakni, dengan memanfaatkan tanah kas desa.
Kemudian digali dan dijadikan embung yang awalnya digunakan untuk keperluan pertanian. Namun, dalam perjalanan waktu ternyata pemanfaatan waduk tersebut bisa dibilang tidak cukup dan menjadi rebutan warga.
Sebab, yang bisa mengambil air di sana hanya warga yang memiliki diesel. Hal itu juga menjadi faktor ketimpangan sosial. Karena hanya warga cenderung kaya yang bisa mengambil air di sana. Sementara, masyarakat kecil atau bisa dibilang kekurangan akan sangat sulit untuk mengambil dan memanfaatkan air yang ada di waduk tersebut.
Dengan permasalahan tersebut, Samudi berpikir untuk mengalihfungsikan sebagai sebuah wisata waduk atau embung yang dinamakan Waduk Pedang.
’’Tetapi, memang saya berpikir dua kali untuk dijadikan wahana secara langsung gitu, jadi kita bertahap, karena kan seperti wisata-wisata lain yang di desa kan musiman dan banyak yang mati. Jadi, kami tambah pelan-pelan dan sekarang belum final, karena yang saya takutkan pertama, kami enggak punya anggaran besar. Kedua, kalau langsung jadi semua cenderung wisatawan banyak yang cepat bosan,” ungkapnya.
Dalam pengembangan wisata ini sendiri, Samudi mengaku wisata tersebut masih belum mendapat profit dan hanya bergantung pada penghasilan uang parkir dan penyewaan wahana perahu.
Serta, sedikitnya bantuan dari pemerintah dan hanya pernah diberi bantuan anggaran BUMDes yang dimanfaatkan untuk membeli wahana perahu-perahuan yang ada di wisata tersebut. Hal tersebut menjadikan tantangan untuk bisa survive dan mempertahankan potensi wisata waduk pedang.
’’Ini kami tunggu survive dulu. Karena di situ kan ada orang dagang. Jadi, kami fokus ke pengembangan UMKM sekitar wisata tersebut dulu. Karena munculnya wisata ini juga kan pasca Covid-19. Jadi, arahnya sekarang belum berfokus ke profit tetapi tahun depan mungkin dengan banyak pengembangannya saya yakin wisata ini akan mendapatkan keuntungan yang signifikan,” tandasnya.
Dengan banyaknya pengembangan tersebut, Samudi berencana untuk membangun sebuah jembatan, kolam renang, kebun petik buah, dan pengembangan-pengembangan yang bisa membantu wisata tersebut untuk tetap eksis dan terus berjalan.
Karena menurut pandangan Samudi, waduk tersebut dominannya bukan dalam lingkup wahana. Namun, lebih ke rest area yang mana ke depannya direncanakan untuk pembangunan dan pemanfaatan selain sebagai wisata juga bisa sebagai rest area. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana