RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Ngringinrejo yang terletak di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro memiliki beragam potensi menjanjikan di berbagai sektor. Dipimpin oleh Endang Sri Wigati, desa ini terus berkembang dengan memanfaatkan sumber daya alam dan keterampilan masyarakatnya.
Endang menjelaskan beberapa potensi unggulan yang sedang dan terus dikembangkan oleh desa ini, termasuk sektor pertanian, pariwisata, kerajinan, hingga inovasi pengelolaan limbah. Salah satu sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi desa adalah pertanian. Dengan luas lahan sekitar 50 hektare, Desa Ngringinrejo fokus pada budidaya padi.
Namun, tantangan seperti keterbatasan pupuk bersubsidi tetap dihadapi. Untuk mengatasi ini, desa telah membentuk tiga kelompok tani, yaitu Mekar Sari, Ringin Makmur, dan Margo Makmur. Kelompok tani ini tidak hanya bergantung pada pupuk konvensional.
Tetapi, juga memproduksi pupuk organik sendiri, baik dalam bentuk padat maupun cair, dengan 14 jenis pupuk yang dihasilkan. ’’Pupuk organik ini telah terbukti meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian kami,” ujar Endang. Pupuk-pupuk ini diproduksi dengan bahan-bahan alami dari desa dan didampingi oleh PPL dari Dinas Pertanian.
Keberhasilan kelompok tani ini telah diakui di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain pertanian, sektor pariwisata juga menjadi daya tarik utama. Agro Wisata Belimbing Ngringinrejo sudah dikenal luas, bahkan menarik wisatawan dari mancanegara.
’’Namun, masih ada potensi pariwisata lain yang belum dieksplorasi secara maksimal, seperti Bendungan Gerak, Bengawan Mati, dan wisata edukasi di lahan TKD,” ungkap Endang. Selain menjual buah belimbing segar, desa ini juga telah mengembangkan berbagai olahan produk dari belimbing seperti sirup, dodol, manisan, hingga sambal rujak, yang diproduksi oleh kelompok UMKM lokal.
Dalam upaya mengoptimalkan potensi lokal, Pemerintah Desa Ngringinrejo selalu melakukan penjaringan ide-ide inovatif dari masyarakat. Setiap tahun, desa mengadakan program pemberdayaan serta studi banding ke daerah-daerah yang lebih maju. Ini bertujuan untuk menggugah semangat kreatif warga, terutama dalam bidang ekonomi kreatif.
Pemerintah desa juga menyediakan pelatihan keterampilan untuk generasi muda, seperti persablonan, kerajinan parcel buah, hingga pembuatan tas dari bahan sintetis untuk oleh-oleh belimbing. ’’Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, terutama generasi muda, memiliki keterampilan yang relevan dan inovatif,” kata Endang.
Salah satu inovasi unggulan yang sedang dikembangkan adalah pengelolaan sampah, yang akan menjadi salah satu unit usaha dalam BUMDes. Desa Ngringinrejo berusaha memanfaatkan limbah organik untuk dijadikan kompos dan sumber mineral terbarukan, serta limbah non-organik untuk diolah menjadi kerajinan tangan seperti barang dari ranting pohon belimbing.
Namun, seperti yang diungkapkan Endang, tantangan terbesar dalam mengembangkan potensi desa adalah menyamakan persepsi dan visi antara masyarakat. Dibutuhkan pendekatan persuasif untuk menyatukan gagasan agar seluruh warga memiliki pemahaman yang sama dalam mewujudkan visi desa yang unggul.
’’Kami berharap, dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, Ngringinrejo bisa menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, ayem tentrem, serta siap menghadapi tantangan global,” harapnya.
Generasi muda desa ini sangat antusias dalam berpartisipasi, terutama dalam forum-forum diskusi yang rutin diadakan untuk membangun komunikasi yang positif. ’’Mereka adalah aset masa depan desa ini, dan kami yakin dengan bimbingan yang tepat, mereka akan menjadi generasi yang kreatif dan inovatif,” tambah Endang.
Ke depan, Desa Ngringinrejo memiliki harapan besar untuk terus maju dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Baik dari sektor pertanian, pariwisata, hingga inovasi pengelolaan limbah, desa ini siap menjadi model desa yang berdaya saing di tingkat regional dan nasional. (fra/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana