RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hamster yang memiliki karakter yang lucu bisa menjadi kesenangan sendiri dalam merawatnya. Namun, siapa sangka di balik keimutan hamster bisa menjadikan ladang bisnis yang menjanjikan.
Hal ini seperti Intan Maryam seorang perempuan yang berasal dari Kelurahan Mojokampung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro ini berhasil membudidayakan hamster di rumahnya. Kesukaan dalam memelihara hamster membuatnya mempunyai ide untuk membuka budidaya hamster.
Berawal dari Intan dan suaminya yang sama-sama suka dalam memelihara hamster sejak kuliah. ’’Ya, dulu pas kuliah kan udah melihara hamster, sebelumnya belum kepikiran buat ternak seperti ini. Tapi, kemudian pas udah nikah sama suami kami coba-coba beli sepasang, ternyata tambah banyak. Jadi, akhirnya buka ternak hamster ini,” ungkapnya
Perempuan yang akrab disapa Intan ini mengaku sudah membuka usaha ini kurang lebih tiga tahun dengan memanfaatkan lantai dua rumahnya untuk meletakkan hamster-hamster tersebut. Dengan modal sekitar kurang lebih Rp 6 juta, perempuan berusia 35 tahun ini berhasil meraup keuntungan yang lumayan. Yakni, sekitar Rp 5 juta lebih dalam satu bulan.
Untuk hamsternya sendiri dijual eceran mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per ekor. Tinggi rendahnya nilai jualnya tergantung dengan motif atau corak dari hamsternya. Selain itu, juga bisa dijual secara grosir mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 17.000 per ekor dengan minimal pembelian 20 ekor.
Selain menjual Hamster Intan juga menjual kebutuhan pokok hamster mulai dari kandang, alas kandang, tempat minum, vitamin, dan makanan hamster racikannya sendiri. Hamster yang diternak oleh Intan sendiri hanya hamster jenis Winter White saja dikarenakan ramah dan tidak agresif juga kebanyakan pembeli suka dengan hamster jenis Winter White.
’’Dulu saya sering jual eceran ikut di CFD (Car Free Day) gitu tapi sekarang ya kalau mau beli langsung datang ke tempat atau biasa lewat chat, biasanya juga jadi pemasok atau dijual ke pet shop gitu,” jelasnya.
Perawatan hamster yang masih tergolong gampang ini menjadikan hamster sangat mudah untuk dikembangbiakan. Satu pasang hamster bisa menghasilkan anak sekitar 7-11 ekor. Dalam proses perawatannya pun Intan mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti.
Intan cukup memperhatikan alas yang digunakan, yang mana dengan cuaca panas seperti di Bojonegoro ini hamster lebih cocok memakai alas berupa pasir kucing daripada serbuk kayu. Karena itu, jika memakai serbuk kayu hamster, maka cenderung mudah berkeringat yang bisa membuat bulu hamster menjadi kotor dan basah.
Selain itu, juga hamster jadi mudah dehidrasi yang bisa membuat hamster mati. Penggunaan serbuk kayu biasanya cocok didaerah dengan udara dingin. ’’Biasanya kalau tantangannya ya pas musim panas gitu suka macet beranak, sama kalau mau ngejodohin itu harus milih yang cocok untuk pasangannya,” ungkapnya
Untuk makanannya Intan biasa memberikan makanan pokok berupa biji-bijian racikannya sendiri seperti kuaci, jagung giling dan lainnya, selain itu juga diberi berbagai macam sayuran.
Dalam 30 boks indukan sendiri untuk sekali panen bisa menghasilkan kurang lebih sekitar 200 anak hamster dengan jumlah total indukan sekitar 50-an pasang. Anak hamster biasanya sudah bisa dijual dalam usia 2-3 minggu. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana