Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

No Hard Feeling, Band Post-Hardcore asal Bojonegoro Ekspresikan Indahnya Luka Lewat Single Berjudul November

Hakam Alghivari • Senin, 20 Mei 2024 | 21:42 WIB
PRODUKTIF: No Hard Feeling terbentuk pada 2023 lalu. Band berisikan lima personel itu mengusung alira musik post-hardcore dan baru saja rilis single berjudul November.
PRODUKTIF: No Hard Feeling terbentuk pada 2023 lalu. Band berisikan lima personel itu mengusung alira musik post-hardcore dan baru saja rilis single berjudul November.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Bagi lima pemuda kiwari asal Kecamatan Bojonegoro Kota, merasakan hal sedih tidak harus mendengarkan musik slow dan mellow. Meski, bercerita tentang kesedihan, musik yang disukai mereka harus tetap keras.

Tepatnya, seperti aliran post-hardcore. Balutan musik genre tersebut kental dengan punk rock yang mempertahankan agresivitas dan intensitas. Tempo cepat, suara keras, dan bass berat. Liriknya cenderung membisik seperti menggila.

Genre ini sudah ada sejak sekitar 1980-an. Berangkat dari ketertarikan yang sama, lima pemuda yang awalnya terjun di dunia musik pop punk kini merambah menghidupkan kembali konsep post-hardcore.

Pop punk sendiri merupakan perpaduan pop dan punk. Cirinya menggunakan tempo gitar cepat dan melodi lembut. ’’Berawal dari tongkrongan anak Bojonegoro Pop Punk, kami membentuk unit post-hardcore dengan nama No Hard Feeling. Berisikan lima personel,” ungkap Rahul Oscarra Duta sebagai gitaris.

Lelaki kerap disapa Rahul itu melanjutkan, lima personel meliputi Alfian Chanafi sebagai drummer, Guntur Laksono dan dirinya sebagai gitaris, Akbar Maulana sebagai bassist, dan Sasa Inski sebagai vokalis.

Dia mengatakan, No Hard Feeling mengusung tema kehampaan jiwa dan getirnya sakit hati yang dibalut musik sedih dan keras. Sebab, kelima personelnya menyukai musik keras. Meski berbicara tentang kesedihan, ritme, dan melodinya disampaikan dengan menggebu.

’’Ini mungkin bukan band post-hardcore pertama. Tapi, konsep itu baru ada lagi ya ini. Karena musik seperti ini jarang tersentuh di Bojonegoro. Padahal, di kota-kota besar ramai,” ujar warga Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro itu.

Menurut dia, salah satu alasan jarang tersentuh mungkin karena termasuk musik yang sulit dimainkan. Sebab, banyak variasi seperti nada dan irama dalam musik serta ritmenya. Dia bersama teman-temannya mengatakan, meski unit baru dan main kurang sempurna namun, yakin bisa bertangggung jawab terhadap karyanya.

Adapun referensi grup musik lima pemuda itu merupakan band-band besar layaknya Modern Guns, Eleven Twelfth, hingga Pierce the Veil. Sedangkan, No Hard Feeling sendiri dibentuk sejak 2023 dan berhasil debut dengan merilis single perdananya yang berjudul November.

Penulisnya pun sang vokalis, Sasa Inski. Dia mengatakan, lagu itu menceritakan sebuah kenangan indah di November. Diiringi musik melodic hardcore ala emo. Single tersebut mengekspresikan indahnya luka dari sebuah cerita cinta dua remaja tanpa arah. ’’Sebuah kisah yang hanya sampai tahap menyatakan saja,” tutur vokalis band itu. Tidak hanya diminati lokal Bojonegoro, ternyata No Hard Feeling juga mendapat tawaran manggung hingga luar kota seperti Jombang. (*/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#single #Hard Feelings #musik #november #bojonegoro #Lagu