LAMONGAN, Radar Lamongan – Ikan serpae tetra memiliki warna khas merah bata dengan keperakan, serta terdapat bintik hitam di dekat mata. Habitat aslinya di Amerika Selatan. Namun, kini ikan hias mini ini mulai familier di Indonesia, khususnya di Lamongan.
Abdul Wahid Ghozali, salah satu pehobi asal Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Lamongan yang menggemari ikan dengan nama ilmiah hyphessobrycon sweglesi tersebut. ‘’Orang suka ikan serpae karena warnanya,’’ kata Wahid, sapaan akrabnya.
Wahid menuturkan, meski bukan habitat asli dalam negeri, tapi ikan tropis ini mudah dirawat, sarpae tetra tergolong ikan yang lincah dan aktif, serta termasuk ikan yang hidup dalam kawanan. Sehingga sebaiknya dipelihara minimal lima ekor.
‘’Karakter ikan ini lebih suka berkoloni, dan selalu bareng sama teman-temannya,’’ ucap bapak dua anak ini.
Ikan sarpae tetra tidak membutuhkan bajet besar dalam perawatannya, yakni tidak membutuhkan aerator di akuarium. Selain itu, ikan ini juga mudah dicampur dengan jenis ikan lainnya.
‘’Untuk pemberian pakan satu hari dua kali, saat pagi dan sore,’’ ucap pria berusia 35 tahun ini.
Wahid membersihkan akuarium satu minggu sekali untuk membuang amoniak. Namun, air hanya dikuras seperempat saja. Tujuannya agar pH tetap sama dan ikan tidak stres.
‘’Sehingga kualitas air tetap terjaga. Apalagi saat musim dingin ikan seringkali terkena penyakit,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana