BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Model baju Idul Fitri terus mengalami perubahan. Tahun ini sedang tren Koko Turki. Bajunya lebih panjang dibanding model biasanya. Warnanya tidak monoton satu jenis melainkan kombinasi. ‘’H-7 menjelang lebaran ini ramai. Mengalami peningkatan,” kata Firman Yulianto, penjual baju di Pasar Kota Bojonegoro Jumat (5/4).
Menurut dia, kenaikannya sekitar 70-80 persen dibanding hari biasa. Sebab, sebelumnya daya beli masyarakat rendah. Namun, meningkat ketika menjelang lebaran dengan memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) dan gaji bulanan.
‘’Biasanya nunggu THR dan gaji dulu terus banyak yang beli baju,” ungkapnya.
Pria asal Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota itu menambahkan, model paling laris untuk laki-laki saat ini Koko Turki dengan warna kombinasi. Tidak ada perbedaan di kerah. Namun, mengalami perubahan tren di tempat saku. Sebelumnya di bawah saat ini berganti di atas. Model trendy sedang diburu anak muda. ‘’Segmentasi saya anak muda sih. Bisa dibilang distro (distribution store),” bebernya.
Dia mengatakan, pelanggannya tidak hanya berasal dari dalam kota. Namun, juga luar seperti Kecamatan Rengel, dan Parengan, Kabupaten Tuban. Barang diambil dari Kota Bandung dan Jakarta. Sedangkan, untuk jam buka pedagang di Pasar Kota hingga malam jika menjelang lebaran. Tepatnya H-7 atau H-5 Idul Fitri. ‘’Saya mulai H-5 buka sampai malam,” tambahnya.
Mat Zuhri pembeli asal Kecamatan Ngasem mengatakan, langganan membeli baju lebaran di Pasar Kota setiap tahun. Kunjungannya berniat mencari model yang sesuai selera dan membeli. Dia mengaku, tidak ada budget atau batasan biaya dalam berbelanja. ‘’Kalau suka ya beli. Tidak ada budget,” pungkasnya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari