RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gedung Bojonegoro Creative Hub (BCH) yang awalnya digadang menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif, kini sudah enam bulan tutup. Sejak diresmikan pada 2023, aktivitas di tempat tersebut berhenti beroperasi pada 13 Maret 2025 lalu.
Pantauan di lapangan hingga Kamis (19/9), bangunan megah dua lantai tersebut tampak kosong dan tidak ada aktivitas. Ruang-ruang yang sebelumnya dirancang untuk workshop, pameran seni, hingga fasilitas digitalisasi kreator, kini hanya terkunci rapat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama mengakui, bahwa BCH belum bisa difungsikan kembali. Ia menyebut, masih ada proses administratif yang harus diselesaikan. ’’Jadi, kemarin baru seleksi di komite ekonomi kreatif,” ujarnya.
Namun, pihaknya memperkirakan sepekan lagi proses tersebut akan selesai, dan segera disiapkan untuk berjalan kembali. ’’Kami masih menunggu SK, baru kita akan pastikan, karena masih proses,” jelasnya.
Menurutnya, gedung tersebut rencananya memang akan tetap digunakan sebagai wadah bagi pelaku kreatif di Bojonegoro. Berdasar data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), gedung dibangun dengan anggaran Rp 1,9 miliar, dari pagu lelang proyek senilai Rp 2,2 miliar. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana